Wanita Lebih Rentan Kena Strok Dibandingkan Pria, Ini Alasannya

Ilustrasi strok
Ilustrasi strok. (foto: net)

Ketiga, injeksi dan implan kontrasepsi ini juga hanya menggunakan progestogen dan, seperti pil, tidak mungkin meningkatkan risiko strok. Namun, Anda mungkin tidak dapat menggunakannya jika pernah mengalami pembekuan darah, diabetes dengan komplikasi, strok, atau penyakit jantung sebelumnya.

Keempat, sistem intrauterin (IUS) yaitu perangkat plastik berbentuk T yang ditempatkan di rahim dan melepaskan sejumlah kecil progestogen ke dalam rahim. Ini mungkin tidak cocok jika memiliki riwayat penyakit jantung serius atau strok.

BACA JUGA:  ARSSI Bali Gandeng Privy Dorong Implementasi Tanda Tangan Elektronik di Rumah Sakit Swasta

Stroke Association mengatakan, meskipun keseluruhan risiko strok pada wanita yang lebih muda sangat rendah, tetapi kehamilan dan persalinan sedikit meningkatkan risiko strok. “Strok masih sangat jarang terjadi pada wanita hamil, tetapi Anda dapat membantu kehamilan yang sehat dengan menghadiri semua janji (temu dokter) sebelum dan sesudah melahirkan,” kata badan tersebut.

BACA JUGA:  Dukung Keaktifan Peserta JKN, RSU Bhakti Rahayu Tabanan Teken Kerja Sama dengan BPJS
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top