BADUNG,MENITINI.COM – Kabar penangkapan terduga pelaku pembunuhan pria yang jasadnya ditemukan terkubur di areal persawahan Laba Pura Mukti, Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, ramai beredar di media sosial Facebook.
Informasi tersebut mencuat setelah sebuah akun Facebook bernama Marny Keith ElinyBumi mengunggah video dan narasi terkait penangkapan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa terduga pelaku diamankan aparat kepolisian di wilayah Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kasus: Pembunuhan seorang pria dewasa. Tempat: Di Bali. Pelaku: Orang Sumba. Korban: Orang NTB. Ditangkap: Di Sumba Tengah,” tulis akun tersebut dalam unggahannya pada Minggu (17/5/2026).
Unggahan itu langsung menarik perhatian warganet dan dibanjiri ratusan komentar. Sejumlah netizen mengaitkan penangkapan tersebut dengan kasus penemuan mayat pria yang ditemukan terkubur di areal persawahan Darmasaba, Badung, pada Selasa (12/5/2026).
Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan kepastian terkait informasi yang beredar tersebut. PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dari Satreskrim Polres Badung. “Sabar dulu ya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan jasad pria terkubur di areal persawahan Laba Pura Mukti, Banjar Cabe, Desa Darmasaba. Korban diketahui berinisial DAD (25), asal Nusa Tenggara Barat, yang bekerja sebagai karyawan tempat cuci motor tidak jauh dari lokasi kejadian.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah mengalami pembusukan sekitar 70 persen. Jasad korban terkubur sedalam kurang lebih 50 sentimeter dan hanya bagian lutut yang terlihat di permukaan tanah.
Dari informasi yang berkembang, penyelidikan polisi mengarah kepada dua orang rekan kerja korban yang juga bekerja di tempat cuci motor “Mae Wash” di Jalan Antasura, Darmasaba. Keduanya dikabarkan sudah tidak bekerja lagi di lokasi tersebut.
Sebelum korban ditemukan meninggal, korban bersama dua rekan kerjanya disebut sempat terlibat pertengkaran di tempat usaha itu pada Kamis (7/5/2026) dini hari.
Pemilik usaha cuci motor mengaku sempat menemukan sejumlah fasilitas dalam kondisi rusak saat mengecek lokasi usahanya. Selain kursi dan triplek yang rusak, ia juga kehilangan sebuah cangkul dan sebilah pisau stainless.
“Saya tidak tahu penyebab kerusakan tersebut. Di sini ada CCTV, tapi tidak aktif karena WiFi belum dibayar,” ujarnya.
Menurutnya, dua karyawan berinisial D dan A mengundurkan diri secara mendadak melalui pesan WhatsApp. D disebut berhenti bekerja pada Kamis malam dengan alasan pulang kampung ke Lombok karena urusan mendadak. Sementara A keluar kerja pada Selasa (12/5/2026) dengan alasan menjaga pacarnya yang sakit.
“D bekerja sekitar satu bulan lebih, sedangkan A baru dua sampai tiga hari bekerja sebelum keluar,” katanya.
Keterangan lain disampaikan seorang warga sekitar bernama Yuni (56). Ia mengaku sempat mendengar keributan dari arah jalan raya pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
“Saya bangun karena anjing menggonggong lalu ada suara orang ribut. Tapi saya tidak berani keluar rumah,” ujarnya.
Yuni mengaku tidak menyangka keributan yang didengarnya beberapa hari sebelumnya berkaitan dengan penemuan jasad pria terkubur di areal persawahan dekat permukiman warga tersebut. (M-011)
- Editor: Daton









