GIANYAR,MENITINI.COM – Turnamen Bali Rapid Open 2026 yang digelar di Krisna Oleh-Oleh, Blangsinga, Gianyar, Minggu (10/5/2026), menarik antusiasme ratusan pecatur dari berbagai daerah dan negara. Sebanyak 416 peserta dari empat negara dan 10 provinsi ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sejak pagi, peserta mulai memadati lokasi untuk melakukan registrasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan, termasuk kesempatan berhadapan dengan Grand Master internasional.
Ajang yang digelar Percasi Bali di bawah kepemimpinan I Nyoman Parta ini mempertandingkan beberapa kategori. Tercatat sebanyak 104 peserta berasal dari tingkat SD, 78 peserta tingkat SMP, 66 peserta tingkat SMA, dan 168 peserta kategori umum.
Turnamen juga diikuti pecatur dari luar negeri, yakni Ukraina, Inggris, dan Rusia. Sejumlah pemain bergelar turut hadir meramaikan kompetisi, mulai dari Grand Master Stephen J Gordon dengan rating 2469, International Master, Woman International Master, hingga Master Nasional.
Ketua Percasi Bali, I Nyoman Parta, mengaku bangga melihat tingginya animo masyarakat terhadap turnamen tersebut. Ia menyebut jumlah peserta bahkan melampaui perkiraan awal panitia. Persiapan turnamen sendiri disebut telah dilakukan selama sebulan terakhir dengan dukungan sponsor dari Krisna Oleh-Oleh.
“Kami merasa bangga karena peserta didominasi anak-anak dan banyak diantar langsung oleh orang tua mereka. Di tengah gempuran dunia gadget, catur bisa menjadi salah satu filter yang baik bagi anak-anak,” ujar Parta saat membuka turnamen.
Menurut anggota DPR RI asal Guwang tersebut, catur bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana melatih mental, pola pikir, pengendalian emosi, hingga kemampuan mengambil keputusan. Ia menilai permainan catur konvensional menggunakan papan fisik mampu membantu anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan menekan waktu penggunaan layar.
Parta juga menegaskan turnamen tersebut murni kegiatan olahraga tanpa muatan politik. Menurutnya, olahraga akan kehilangan nilai jika dicampuri kepentingan politik.
Selain itu, ia menilai dunia catur memiliki jenjang prestasi yang jelas hingga tingkat internasional. Karena itu, peserta yang saat ini masih pemula berpeluang berkembang menjadi pecatur profesional bahkan Grand Master di masa depan.
“Saya yakin dari tingginya animo masyarakat ini akan lahir atlet-atlet catur berprestasi dari Bali,” katanya.
Parta menambahkan, seorang pecatur umumnya memiliki ketahanan mental yang lebih baik karena terbiasa mempertimbangkan setiap langkah sebelum bertindak. Mereka juga dinilai lebih siap menerima kekalahan sebagai bagian dari proses belajar serta mampu menganalisis risiko dengan lebih bijaksana.
“Prinsip dasar catur mengedepankan logika di atas emosi. Itu membuat seseorang lebih mampu mengelola stres dengan baik. Hal ini penting untuk menjawab fenomena sosial seperti aksi bunuh diri yang belakangan menjadi perhatian di Bali,” pungkasnya. (M-011)
- Editor: Daton









