DENPASAR,MENITINI.COM – Ketua Umum KONI Bali yang juga Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta mulai menyiapkan strategi pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028. Fokus utama yang dibidik adalah mengembalikan posisi Bali ke lima besar nasional setelah pada PON sebelumnya turun ke peringkat tujuh.
Dalam pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026-2030 di Denpasar, Jumat (15/5/2026), Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan capaian lima besar bukan target yang mustahil karena Bali pernah menempatinya saat PON XX Papua 2021.
Menurut Koster, KONI Bali harus melakukan pemetaan ketat terhadap cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali emas agar target peringkat dapat dihitung secara realistis sejak awal. Ia menilai strategi yang terukur menjadi kunci untuk bersaing dengan provinsi berpenduduk jauh lebih besar.
“Bali jumlah penduduknya hanya sekitar 4,4 juta, sementara Jawa Barat 50 juta, Jawa Timur 40 juta, dan Jawa Tengah 30 juta. Secara statistik kita kalah dari sisi potensi atlet, jadi kalau bisa masuk 10 besar saja sudah bagus, apalagi kembali ke posisi lima,” ujar Koster.
Pemprov Bali, kata dia, ingin pola pembinaan olahraga dilakukan dari hulu ke hilir melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, sekolah, hingga komunitas masyarakat. Dengan posisi Giri Prasta sebagai Wakil Gubernur sekaligus Ketua KONI Bali, koordinasi dinilai akan lebih mudah dilakukan.
Koster juga menekankan olahraga dan pendidikan menjadi indikator penting kemajuan daerah. Selain mengejar prestasi, pembinaan olahraga dinilai mampu membangun budaya hidup sehat dan disiplin di masyarakat.
Sementara itu, Ketua KONI Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan pihaknya mulai melakukan inventarisasi atlet potensial yang telah memiliki catatan prestasi untuk dibina secara berkelanjutan.
Ia memastikan KONI Bali akan memperkuat cabang olahraga yang selama ini belum maksimal menyumbang medali agar mampu bersaing di level nasional.
“Ke depan, kami pastikan akan melaksanakan strategi perubahan yang begitu kuat,” kata Giri Prasta.
Selain pembinaan atlet, KONI Bali juga mulai menyiapkan peningkatan infrastruktur olahraga menuju PON 2028. Salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan fasilitas cabang olahraga dayung di Tanjung Benoa mulai 2027, sehingga atlet Bali tidak perlu lagi berlatih ke Jawa Barat.
KONI Bali juga menjajaki pembinaan atlet sejak usia dini melalui kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK yang disesuaikan dengan kebutuhan cabang olahraga potensial di PON mendatang. (M-011)
- Editor: Daton









