JPU Beber Dugaan Monopoli dan Mark Up Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek

Terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, mengikuti sidang bersama penasihat hukumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat.
Terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek, Nadiem Makarim, mengikuti sidang bersama penasihat hukumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. (Foto: Puspenkum)

Selain itu, JPU menyoroti dugaan praktik monopoli yang melibatkan sejumlah prinsipal laptop, seperti Zyrex, Axioo, dan SPC. Dalam persidangan terungkap, sebelum proses pengadaan dimulai, para prinsipal tersebut telah diundang dalam pertemuan daring oleh Biro Pengadaan untuk memastikan kesiapan produksi.

Menurut JPU, indikasi monopoli terlihat dari dua aspek utama. Pertama, kewajiban penggunaan sistem Chrome Device Management (CDM) yang membatasi ruang kompetisi. Kedua, adanya pengkondisian harga yang ditentukan oleh penyedia karena adanya kepastian bahwa barang akan terserap oleh proyek pemerintah.

JPU juga menyebutkan bahwa sistem pengadaan tersebut diduga melibatkan peran para terdakwa, antara lain Nadiem Makarim, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, serta Jurist Tan yang hingga kini masih berstatus buron dan masuk dalam daftar Red Notice. JPU menegaskan, dugaan korupsi dalam perkara ini diduga berlangsung secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kebijakan.

BACA JUGA:  Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Terkait keterangan saksi yang mengaku menerima sejumlah uang dari proyek pengadaan Chromebook, JPU menyampaikan bahwa seluruh dana tersebut telah dikembalikan kepada negara. Ia menegaskan, keterangan saksi diberikan secara sukarela tanpa adanya tekanan dari penyidik maupun penuntut umum.

“Kami ingin menghadirkan proses persidangan yang memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat berdasarkan fakta persidangan yang utuh, bukan informasi yang sepotong-sepotong,” kata Roy Riadi.

BACA JUGA:  Kejaksaan Sita Sejumlah Aset Milik Terpidana Tamron alias Aon dalam Kasus Korupsi Tata Niaga Timah

Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini akan kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi berikutnya. *

  • Editor: Daton

Iklan

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Prabowo Minta Rosan Buka Data Positif Investasi ke Publik

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, untuk menyampaikan secara terbuka kepada

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top