Delapan Aturan Baru yang Mewarnai Piala Dunia 2026, Ada Larangan Menutup Mulut Saat Konfrontasi

Piala dunia 2026

JAKARTA,MENITINI.COM – Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menghadirkan sejumlah perubahan penting dalam regulasi pertandingan. Perubahan aturan yang disusun oleh International Football Association Board (IFAB) bersama FIFA tersebut bertujuan meningkatkan sportivitas, mempercepat jalannya pertandingan, serta memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam sepak bola modern.

Berikut delapan aturan baru yang disebut akan mulai diterapkan pada putaran final Piala Dunia 2026:

1. Larangan Menutup Mulut Saat Konfrontasi

Pemain tidak diperbolehkan menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, maupun kaus saat terjadi konfrontasi atau perdebatan di lapangan. Tindakan tersebut dinilai dapat menghalangi kamera menangkap komunikasi yang terjadi antar pemain maupun dengan wasit.

Dalam aturan yang diterjemahkan tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berujung kartu merah langsung. Namun larangan itu tidak berlaku untuk percakapan biasa yang tidak berkaitan dengan insiden di lapangan.

2. Walkout Sebagai Bentuk Protes Digajar Kartu Merah

Aturan berikutnya menyasar aksi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit. Pemain yang melakukan walkout dapat langsung menerima kartu merah.

Tidak hanya pemain, ofisial tim yang terbukti memprovokasi atau mengarahkan pemain untuk meninggalkan lapangan juga berpotensi mendapatkan sanksi serupa.

BACA JUGA:  Broos Sesalkan Dua Kartu Merah, Afrika Selatan Tumbang 0-2 dari Meksiko

3. Batas Waktu Lima Detik untuk Lemparan ke Dalam dan Tendangan Gawang

Untuk mengurangi praktik mengulur waktu, pemain hanya diberikan waktu lima detik untuk melakukan lemparan ke dalam maupun tendangan gawang.

Apabila lemparan ke dalam tidak dilakukan dalam batas waktu tersebut, hak lemparan akan diberikan kepada tim lawan. Sementara jika tendangan gawang melebihi lima detik, lawan akan memperoleh tendangan sudut.

4. Pergantian Pemain Maksimal 10 Detik

Proses pergantian pemain juga mendapat pembatasan waktu yang lebih ketat. Setelah papan pergantian diangkat oleh ofisial pertandingan, tim hanya memiliki waktu 10 detik untuk menyelesaikan pergantian.

Jika proses berlangsung lebih lama, pemain pengganti baru diizinkan masuk satu menit setelah pertandingan kembali dimulai.

5. Pemain Cedera Wajib Keluar Lapangan Sementara

Dalam aturan baru, pemain yang mendapatkan perawatan medis di dalam lapangan harus meninggalkan lapangan selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan.

Pengecualian diberikan kepada penjaga gawang, pemain yang mengalami cedera serius seperti benturan kepala, serta pemain yang ditunjuk untuk mengeksekusi penalti.

6. Pemanfaatan Waktu Saat Kiper Cedera

Ketika penjaga gawang mengalami cedera dan sedang mendapat perawatan medis, pemain dari kedua tim diperbolehkan mendatangi area pinggir lapangan untuk menerima instruksi dari pelatih maupun ofisial tim.

BACA JUGA:  Broos Sesalkan Dua Kartu Merah, Afrika Selatan Tumbang 0-2 dari Meksiko

Kebijakan ini memberi kesempatan bagi tim untuk melakukan komunikasi taktis tanpa harus menghentikan pertandingan lebih lama.

7. Peran VAR Semakin Luas

Video Assistant Referee (VAR) tidak hanya digunakan untuk meninjau insiden yang melibatkan pemain, tetapi juga untuk mengevaluasi keputusan wasit yang dianggap keliru.

Ruang lingkup peninjauan meliputi kartu kuning kedua, kesalahan identifikasi pemain, hingga sejumlah keputusan penting lain yang berpotensi memengaruhi hasil pertandingan.

8. Jeda Minum di Tengah Babak

Aturan terakhir adalah pemberian cooling break atau jeda minum di tengah setiap babak pertandingan.

Jeda ini diperkirakan berlangsung sekitar tiga menit dan pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi pertandingan serta cuaca di lapangan. Tujuannya adalah menjaga kondisi fisik pemain, terutama saat bertanding dalam suhu tinggi. (M-011)

Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top