Ketua KPU Maluku Pastikan, Distribusi Logistik Pilkada Tiba Tepat Waktu

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku, M.Shaddek Fuad. (Foto: M-009)

AMBON,MENITINI.COM – Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah kepulauan yang wilayah-wilayahnya sangat sulit dijangkau. Berkaitan dengan itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, M. Shaddek Fuad mengakui, dalam proses pendistribusian logistik pilkada 2024, pihaknya akan diperhadapkan dengan sejumlah kendala. 

Salah satu kendala yang kerap ditemui yakni pendistribusian ke daerah sulit dijangkau. Kendati demikian, Shaddek memastikan logistik Pilkada akan tiba tepat pada waktunya. 

“Prinsipnya akan diupayakan semua logistik sampai di lokasi. Untuk wilayah sulit dijangkau, akan diperhitungkan soal waktu sarana distribusinya,” kata Shaddek, Jumat (01/11/2024). 

BACA JUGA:  Tragis! Remaja 18 Tahun di Ambon Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dijelaskan, di Maluku, ada beberapa daerah yang masih sulit ditempuh dengan menggunakan transportasi darat. Misalnya desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Pulau Seram. 

“Seperti ke desa Manusela, Kanike, Hatuolo dan beberapa desa lainnya yang ada di Seram Utara. Akses jalannya kurang bagus dan letaknya tergolong terisolir dan jauh,”  terangnya. 

BACA JUGA:  Pemkot Ambon Tegas: SPMB Harus Bersih, Transparan, dan Bebas Kecurangan

Menuru Shaddek, pada Pileg Februari 2024 lalu, pendistribusian logistik pemilu ke desa-desa ini dilakukan menggunakan helikopter milik TNI.

“Tapi untuk Pilkada, skema pendistribusian seperti apa, kita belum tahu. Nanti akan dibahas lagi,” ujarnya. 

Namun begitu, Shaddek menyatakan bahwa skema distribusi logistik juga akan disesuaikan dengan anggaran tiap KPU kabupaten/kota di Maluku.

“Dan ini juga akan disesuaikan dengan anggaran KPU masing-masing,” sebut Sahaddek. (M-009).

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Dua Orang terduga pelaku penambang ilegal di amankan Polres Seram Bagian Barat.

Polisi Amankan Dua Penambang Ilegal di SBB

PIRU, MENITINI – Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat akhirnya menahan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal di Desa Waipirit, Kecamatan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top