Tragis! Remaja 18 Tahun di Ambon Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri
Ilustrasi gantung diri.
AMBON, MENITINI – Warga Kawasan Lorong Pohon Mangga, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon digegerkan dengan penemuan seorang remaja laki-laki diketahui bernama Abraham Meute (18), dalam kondisi tak bernyawa akibat gantung diri.
Pemuda asal Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon di samping rumah kostnya, Sabtu (9/5/2026) malam.
Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau Pulau Lease, IPDA Janete Luhukay kepada wartawan di Ambom, Minggu (10/5/2026) menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di balok kap sisi luar kiri bangunan kost sekitar pukul 22.45 WIT.
Berdasarkan keterangan saksi Disyon Lesiela (19), awalnya ia bersama sejumlah rekannya mendatangi kamar kost korban sekitar pukul 22.00 WIT. Saat itu korban bersama teman-temannya sementara mengkonsumsi minuman keras di dalam kamar.
“Korban sempat keluar dan saksi sempat mengikuti dan memanggil korban, namun tidak mendapat respons sehingga kembali bergabung bersama rekan lainnya di kamar kost,” kata Luhukay mengutip keterangan saksi.
Sekitar 45 menit kemudian, saksi keluar ke teras depan kost dan menemukan telepon genggam milik korban tergeletak di lantai depan bangunan. Merasa curiga, saksi kemudian mencari korban di sekitar lokasi.
“Saat tiba di samping kiri kost, saksi terkejut melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali nilon yang terikat pada balok kap rumah kost,” ujarnya.
Melihat kejadian itu, kata Luhukay, saksi langsung berteriak memanggil rekan-rekannya dan berusaha melepaskan tali yang melilit leher korban, sebelum membawa korban ke RSUP Leimena untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun setibanya di Instalasi Gawat Darurat RSUP Leimena sekitar pukul 23.00 WIT, dokter jaga menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidup lantaran mengalami kekecewaan terhadap orang tuanya,” sebut Luhukay.
Menurutnya, jenazah korban direncanakan akan dibawa ke Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, untuk dimakamkan pihak keluarga.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi mental anggota keluarga, khususnya remaja, serta segera mencari bantuan jika menemukan tanda-tanda depresi atau tekanan psikologis.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian dan dukungan terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitar.  (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  825 Kg Merkuri Ilegal Digagalkan, Dua Orang Pelaku Ditangkap 
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top