KRI dr. Soeharso-990 Siap Layani Kesehatan Warga Masyarakat di Wilayah 3T Maluku

Kepala rumah sakit Indonesia KRI dr. Soeharso 990 yang akan melayani kesehatan di wilayah 3T di Maluku.
Kepala rumah sakit Indonesia KRI dr. Soeharso 990 yang akan melayani kesehatan di wilayah 3T di Maluku. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon memastikan kesiapan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso-990 dalam menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Maluku, untuk memberikan pelayanan kesehatan (yankes) bagi masyarakat.

KRI dr. Soeharso adalah kapal rumah sakit TNI Angkatan Laut. Awalnya dirancang dan dibangun pada tahun 2003 di Korea Selatan sebagai Landing Platform Dock bernama KRI Tanjung Dalpele. Namun, setelah peluncurannya, kapal tersebut didesain ulang menjadi kapal rumah sakit serbaguna. 

Menurut Komandan KRI dr. Soeharso-990 Letkol Laut (P) Imam Ibnu Hajar bahwa komitmen TNI Angkatan Laut tidak hanya dalam menjaga kedaulatan laut, tetapi juga dalam misi kemanusiaan, salah satunya melalui kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku melalui layanan kesehatan bergerak menggunakan kapal rumah sakit  milik TNI AL ini.

BACA JUGA:  Mabuk, Seorang Oknum TNI Diduga Aniaya Wanita hingga Tewas di Maluku Tengah

“Diharapkan masyarakat di wilayah 3T dapat terbantu dengan layanan kesehatan bergerak ini,” sebutnya. 

Fasilitas medis modern yang dimiliki KRI dr. Soeharso-990 diantaranya ruang operasi, ICU, laboratorium, fasilitas rawat inap, dan pemeriksaan penunjang kesehatan.

Tim kesehatan TNI Angkatan Laut yakni dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan tenaga medis pendukung lainnya sudah tersedia  dan siap mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di daerah 3T dengan tetap menjamin aspek equity atau keadilan dan pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat di Maluku.

BACA JUGA:  Bentrok Berdarah di Tual! Saling Serang Pakai Panah dan Batu, 1 Pemuda Tewas

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Yan Aslian Noor kepada wartawan, Kamis (11/9/2025) memastikan pihaknya telah membuat pemetaan terkait DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan). Dengan dasar inilah akan dibentuk tim kesehatan untuk memberikan layanan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang dituju, mengingat akses yang masih sulit dijangkau, ucapnya.

Halaman 1 dari 2
Scroll to Top