Gaji Terlambat Dibayar! Petugas Kebersihan di Ambon Mogok Kerja, Tuntut Pembayaran

Petugas kebersihan di Kota Ambon mogok kerja, akibat gaji mereka Terlambat dibayar.
Petugas kebersihan di Kota Ambon mogok kerja, akibat gaji mereka Terlambat dibayar.
AMBON, MENITINI – Petugas kebersihan di Kota Ambon, Maluku, yang setiap hari bertugas mengangkut sampah di sejumlah titik lokasi menggelar aksi mogok kerja, Kamis (7/5/2026).
Aksi mogok dilakukan karena para petugas kebersihan mengaku belum menerima upah kerja dari Pemerintah Kota Ambon selama sepekan terakhir.
Dalam aksi tersebut, armada pengangkut sampah diparkir di tempat pembuangan sampah kawasan Benteng Karang, Kecamatan Teluk Ambon, dan tidak dioperasikan untuk mengangkut sampah.
“Aksi mogok terpaksa kami lakukan karena sudah seminggu kami belum mendapat gaji,” kata Koordinator Petugas Angkut Sampah, Evert Muskita, kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Petugas Keluhkan Kebutuhan Keluarga
Menurut Evert, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon seharusnya lebih memahami kebutuhan para petugas kebersihan, termasuk penyapu jalan yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota.
“Kita punya keluarga di rumah yang harus kita beri makan. Kalau gaji kita belum dibayarkan bagaimana anak istri kita di rumah,” ujarnya.
Evert mengaku telah berkoordinasi dengan pihak DLHP Ambon terkait keterlambatan pembayaran upah tersebut.
Namun, kata dia, pihak DLHP hanya menyampaikan melalui pesan singkat bahwa gaji sudah ditransfer ke rekening masing-masing petugas.
“Lewat pesan singkat mereka bilang sudah transfer ke rekening masing-masing dan bisa diambil. Namun setelah dicek ternyata belum masuk,” katanya.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries Gaspersz, belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait persoalan tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Lucky Upulatu Nikjuluw, mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala DLHP Ambon.
Menurut Lucky, keterlambatan pembayaran upah bukan disebabkan ketiadaan anggaran, melainkan adanya kendala administrasi yang masih diselesaikan.
“Saya sudah konfirmasi ke Pak Kadis. Ternyata ini hanya masalah administrasi. Tapi, pasti akan dibayarkan,” ujarnya.
Lucky meminta seluruh petugas kebersihan, baik penyapu jalan maupun tenaga angkut sampah, tetap bekerja seperti biasa.
“Pemerintah tidak mungkin mengabaikan hak-hak petugas kebersihan. Tetap kerja, saya pastikan upah mereka akan dibayar,” katanya.
Aksi mogok ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah terkait pentingnya ketepatan pembayaran hak pekerja, khususnya petugas kebersihan yang memiliki peran vital dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Ambon. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Penertiban Lapak di Ambon Memanas, Petugas Satpol PP Terluka 
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top