Menteri LH Jumhur Hidayat dan Emil Salim Bahas Gerakan Lingkungan Berkelanjutan

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat bertemu dengan tokoh senior lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim, di Jakarta, Rabu (7/5/2026). (Foto: KLH/BPLH)

JAKARTA,MENITINI.COMMenteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat bertemu dengan tokoh senior lingkungan hidup Indonesia, Emil Salim, untuk memperkuat arah kebijakan dan gerakan lingkungan berkelanjutan di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (7/5/2026), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin kompleks.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Jumhur menegaskan bahwa pembangunan lingkungan ke depan harus mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi serta melibatkan masyarakat sipil dalam gerakan bersama.

“Saya dinasehati dan kita semua dinasehati oleh Prof. Emil bahwa sentuhan kemanusiaan, human touch dalam membangun lingkungan hidup di Indonesia, dimanapun posisi kita apapun itu. Karena itu, silakan dikolaborasikan semua kekuatan, terutama civil society dalam gerakan lingkungan. Gerakan tidak boleh hanya menjadi milik Kementerian Lingkungan Hidup, tapi gerakan lingkungan menjadi milik semua,” ujar Jumhur.

BACA JUGA:  British International Investment Luncurkan Dana Rp22 Triliun, Dorong Transisi Energi Bersih di Asia

Menurutnya, pengelolaan lingkungan tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang selama ini menjaga lingkungan secara sukarela.

Sementara itu, Emil Salim menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Ia menyebut sampah harus dilihat sebagai bagian dari siklus kehidupan yang dapat dimanfaatkan kembali.

“Alam ini siklus, sampah pun siklus sehingga bisa didaur ulang. Maka bagaimana membangun pola bahwa resource menjadi produk, produk menjadi sampah, dan sampah kembali menjadi resource untuk produk. Jangan melihat sampah sebagai buangan, tetapi menjadikan sampah sebagai sumber kehidupan yang bisa bermanfaat bagi manusia,” jelas Emil Salim.

BACA JUGA:  Bupati Badung Dorong Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Perkuat Pelestarian Alam dan Budaya Bali

Ia juga mengingatkan bahwa keseimbangan siklus alam harus terus dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan pemikiran lintas generasi dalam pengelolaan lingkungan hidup nasional. KLH/BPLH menegaskan komitmennya mendorong transformasi pengelolaan lingkungan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga siklus alam. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Bangkai paus sperma betina yang terdampar di pesisir Pantai Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Paus Sperma 17 Meter Terdampar di Jembrana

JEMBRANA,MENITINI.COM – Bangkai paus sperma betina yang terdampar di pesisir Pantai Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, hingga Kamis (7/5/2026) siang belum juga

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top