Penertiban Lapak di Ambon Memanas, Petugas Satpol PP Terluka 

Lokasi penertiban Lapak pedagang yang dibangun diatas trotoar di sepanjang Jalan Ir. M Putuhena depan Kampus Universitas Pattimura, Ambon.
Lokasi penertiban Lapak pedagang yang dibangun diatas trotoar di sepanjang Jalan Ir. M Putuhena depan Kampus Universitas Pattimura, Ambon.
AMBON, MENITINI.COM – Penertiban lapak pedagang yang dibangun diatas trotoar di sepanjang Jalan Ir M Putuhena, tepatnya di depan Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, berlangsung ricuh, Kamis (7/5/2026).
Peristiwa itu terjadi saat petugas Satpol PP Pemerintah Kota Ambon yang dibantu aparat kepolisian dan TNI mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban.
Namun, upaya penertiban mendapat perlawanan dari para pedagang. Mereka berusaha mempertahankan lapak dan menghalangi petugas hingga terjadi kericuhan.
Saat peristiwa terjadi, seorang anggota Satpol PP terluka di bagian dahi akibat terkena lemparan batu. Korban kemudian dievakuasi rekan-rekannya dari lokasi kejadian.
Para pedagang mengaku menolak penertiban karena khawatir kehilangan mata pencarian.
“Makanya kita menolak dan pemerintah juga harus berpikir soal sumber mata pencarian kita, kalau dibongkar kita mau kasih makan keluarga bagaimana,” kata salah seorang pedagang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Ambon Silver M. Leatemia mengatakan, penertiban dilakukan karena keberadaan lapak di atas trotoar mengganggu hak pejalan kaki serta ketertiban dan keindahan kota.
Menurut Silver, Pemerintah Kota Ambon sebelumnya telah mengirim surat pemberitahuan kepada para pedagang.
“Jadi penertiban ini telah sesuai prosedur. Bahkan kita telah menyurati tiga kali namun tidak digubris oleh mereka. Makanya langkah terakhir adalah pembongkaran,” ucapnya.
Satpol PP Klaim Bertindak Humanis
Silver mengakui salah satu anggotanya terluka akibat terkena lemparan batu saat kericuhan terjadi.
“Tadi ada sedikit insiden kecil, anggota kami kena lemparan batu. Tapi kami berusaha untuk meredam itu. Prinsipnya, kami tegas tetapi tetap humanis,” kata Silver.
Ia menambahkan, penertiban lapak pedagang di atas trotoar tersebut telah sesuai aturan sehingga harus dijalankan.
“Ini bagian dari upaya kita untuk mengubah wajah Kota Ambon agar terlihat indah di mata publik,” ujar dia.
Insiden ini kembali menunjukkan kompleksitas penataan lapak pedagang di Ambon, di satu sisi untuk ketertiban kota, namun di sisi lain menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Dialog dan solusi relokasi dinilai menjadi kunci untuk mencegah benturan serupa di masa mendatang.  (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  825 Kg Merkuri Ilegal Digagalkan, Dua Orang Pelaku Ditangkap 
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top