Balita di Kintamani Tewas Diduga Diserang Kawanan Anjing Liar

Ilustrasi anjing liar
Ilustrasi anjing liar

BANGLI,MENITINI.COM – Tragedi memilukan menimpa seorang balita perempuan di Banjar Ulun Danu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Anak tersebut itu meninggal dunia setelah diduga diserang kawanan anjing liar di depan warung milik orang tuanya pada Senin (27/4/2026) sore.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu korban baru selesai mandi dan bermain di sekitar warung keluarga yang berada di jalur pendakian Gunung Batur. Lokasi yang relatif sepi serta kondisi hujan deras diduga membuat situasi semakin tidak terpantau.

Keterangan keluarga menyebutkan, sebelum kejadian terdapat sekelompok anjing yang sedang bertengkar di sekitar lokasi. Diduga, suara gaduh tersebut menarik perhatian korban hingga keluar dari dalam warung. Nahas, saat berada di luar, korban langsung diserang oleh beberapa ekor anjing liar. “Ada yang melihat sekitar tiga ekor anjing mengerubuti korban, salah satunya berbulu putih,” ujar salah kerabatnya.

BACA JUGA:  Usai Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Prabowo: Pastikan Investigasi dan Flyover Segera Dibangun

Korban yang merupakan anak bungsu dari lima bersaudara itu mengalami luka gigitan serius, terutama di bagian leher dan wajah. Sang ibu baru mengetahui kejadian tersebut setelah keluar dari kamar mandi dan menemukan anaknya sudah tergeletak di tanah. Diduga, teriakan korban tidak terdengar karena suara hujan.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kintamani V sebelum dirujuk ke RSUD Bangli. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Dewa Gede Oka Darsana, mengungkapkan kondisi korban saat tiba di rumah sakit sudah sangat kritis.

“Pasien tiba di IGD sekitar pukul 18.05 Wita dalam kondisi tidak sadar, nadi sangat lemah, dan mengalami henti jantung,” jelasnya.

BACA JUGA:  Tujuh Tewas, 81 Luka dalam Kecelakaan KA dan KRL di Bekasi Timur

Tim medis sempat melakukan upaya penyelamatan, namun nyawa korban tidak tertolong. Sekitar pukul 18.20 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dimakamkan di Setra Desa Songan pada malam harinya.

Pasca kejadian, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menyebut pihaknya telah melakukan eliminasi terbatas terhadap anjing liar di sekitar tempat kejadian. “Tim sudah melakukan eliminasi terhadap sembilan ekor anjing di sekitar rumah duka,” tegasnya. (M-003)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top