DPRD Badung Tekankan Kepatuhan Izin dan Perlindungan Lingkungan dalam Proyek Pariwisata di Suluban

Sejumlah anggota DPRD Badung bersama unsur pemerintah daerah, aparat, dan tokoh adat saat melakukan peninjauan lapangan di lokasi pembangunan usaha pariwisata di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Selasa (3/2/2026)
Sejumlah anggota DPRD Badung bersama unsur pemerintah daerah, aparat, dan tokoh adat saat melakukan peninjauan lapangan di lokasi pembangunan usaha pariwisata di kawasan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Selasa (3/2/2026) (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Tomy Martana Putra menyebutkan, peninjauan tersebut berawal dari keluhan para peselancar dan pengunjung Pantai Suluban yang merasa khawatir dengan pembangunan di atas tebing. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi internal DPRD hingga dilakukan pengecekan lapangan.

BACA JUGA:  Revisi UU Perlindungan Anak Menguat, DPR Soroti Lemahnya Implementasi di Lapangan

Senada, Anggota Komisi I DPRD Badung Wayan Sugita Putra menegaskan bahwa Badung tetap menyambut investor, namun pengawasan akan terus dilakukan. Ia mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah sebelum memulai kegiatan pembangunan.

“Investasi sangat dibutuhkan, tetapi harus berjalan seiring dengan aturan dan menjaga keseimbangan lingkungan,” pungkasnya.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Bangkai paus sperma betina yang terdampar di pesisir Pantai Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Paus Sperma 17 Meter Terdampar di Jembrana

JEMBRANA,MENITINI.COM – Bangkai paus sperma betina yang terdampar di pesisir Pantai Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, hingga Kamis (7/5/2026) siang belum juga

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top