TPA Suwung Tak Jadi Ditutup 23 Desember, Ini Langkah Transisi Pemprov Bali

Kondisi sampah di TPA Suwung
Dokumentasi: Kondisi sampah di TPA Suwung. (foto: Dokumen)

DKLH Bali juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota, khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, untuk mempercepat penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah yang didorong antara lain pemanfaatan dekomposter dan teba modern di tingkat rumah tangga, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di desa, serta pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kabupaten/kota.

Menurut Rentin, jika seluruh TPS3R dan TPST dapat berfungsi optimal, alur pengangkutan sampah swakelola tidak lagi sepenuhnya bergantung pada TPA Suwung. Sampah yang selama ini langsung dibuang ke TPA diarahkan untuk terlebih dahulu diolah di fasilitas pengolahan setempat.

BACA JUGA:  Wabup Badung Tinjau TPST Mengwitani, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

“Tujuannya agar TPA hanya menjadi tempat residu akhir, bukan lagi sebagai tujuan utama seluruh sampah,” katanya.

Sementara itu, penundaan penutupan TPA Suwung belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran para pelaku swakelola sampah. Ketua Forkom Swakelola Sampah Bali (SSB) I Wayan Suarta menilai masa dua bulan belum cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Meski demikian, Pemprov Bali menegaskan bahwa langkah transisi ini menjadi bagian dari persiapan menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih permanen, termasuk rencana pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Pemerintah berharap, selama masa penundaan ini, seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat kesiapan infrastruktur dan perubahan pola pengelolaan sampah agar persoalan serupa tidak terus berulang.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top