TPA Suwung Tak Jadi Ditutup 23 Desember, Ini Langkah Transisi Pemprov Bali

Kondisi sampah di TPA Suwung
Dokumentasi: Kondisi sampah di TPA Suwung. (foto: Dokumen)

DENPASAR,MENITINI.COM – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) menyiapkan skema transisi pengelolaan sampah menyusul penundaan penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung hingga akhir Februari 2026. Masa penundaan ini dimanfaatkan untuk memperkuat pengolahan sampah dari hulu hingga hilir agar ketergantungan terhadap TPA dapat dikurangi secara bertahap.

Kepala DKLH Bali I Made Rentin menjelaskan, relaksasi penutupan TPA Suwung dilakukan setelah adanya persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selama periode tersebut, pemerintah membuka akses terbatas bagi pengelola sampah swakelola untuk tetap membuang sampah ke TPA Suwung dengan pengaturan waktu yang ketat.

BACA JUGA:  PSEL Bali Target Olah 2.000 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik

“Penundaan ini bukan sekadar membuka TPA, tetapi menjadi masa transisi untuk menata sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur,” ujar Rentin di Denpasar, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (23/12).

Dalam skema transisi tersebut, pengangkutan sampah oleh pihak swakelola diatur setiap hari pada pukul 08.00 hingga 11.00 Wita. Pembatasan jam ini dimaksudkan untuk mengendalikan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong optimalisasi pengolahan di luar TPA.

Iklan

BERITA TERKINI

Pelaksanaan groundbreaking PSEL Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7).

Groundbreaking PSEL Bali, Pembangunan Ditarget 15 Bulan

DENPASAR,MENITINI.COM – Proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi  memasuki tahap pembangunan. Groundbreaking fasilitas pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy itu dilakukan di kawasan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top