DENPASAR,MENITINI.COM – Aksi bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) 2026 menghasilkan ratusan kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan dari kawasan Pantai Padang Galak, Denpasar.
Kegiatan yang digelar oleh The Sak bersama Bali Environmental Development Organization (BEDO) dan Bali Waste Cycle (BWC) pada Jumat (5/6/2026) itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan pesisir dan laut.
Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan 190,05 kilogram sampah organik, 33,41 kilogram sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang, serta 81,77 kilogram sampah residu. Seluruh sampah kemudian dipilah sebelum diangkut untuk dikelola lebih lanjut.
Perwakilan Bali Waste Cycle, Sofie Choirun Nisa, menjelaskan bahwa sampah yang ditemukan didominasi material organik seperti canang dan sisa bahan organik lainnya. Sementara itu, sampah residu sebagian besar berupa puntung rokok, sedotan, dan material lain yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.
“Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik sejumlah 190,05 kilogram yang sebagian besar berupa material basah seperti canang dan sisa organik lainnya. Selain itu untuk residu tercatat sebesar 81,77 kilogram terdiri dari puntung rokok, sedotan, dan residu lainnya. Sementara material lainnya yang masih dapat didaur ulang hanya sebesar 33,41 kilogram,” jelas Sofie.
Menurutnya, karakteristik sampah hasil pembersihan pantai umumnya memiliki tingkat kerusakan dan kontaminasi yang tinggi karena telah lama berada di lingkungan pesisir. Kondisi tersebut menyebabkan hanya sebagian kecil material yang masih layak untuk didaur ulang.
“Hanya sebagian kecil sampah yang masih memungkinkan untuk diproses kembali sebagai material daur ulang. Sebab, botol ataupun gelas plastik yang ditemukan pun sebagian besar telah mengalami penurunan kualitas bahan dan terkontaminasi sehingga dikategorikan sebagai residu,” ujarnya.
Selain aksi pembersihan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah. Kegiatan itu berlangsung dengan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan kawasan pantai.
Operations Manager The Sak, Deriyanti, mengatakan peringatan World Ocean Day menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa pelestarian laut dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan perayaan World Ocean Day kali ini, kita diingatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan laut dimulai dari pilihan sehari-hari dan tindakan nyata di tingkat lokal, baik melalui partisipasi dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, dukungan terhadap upaya konservasi, maupun pengambilan keputusan yang lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, perwakilan BEDO, Ria Wijaya, menegaskan bahwa penanganan sampah memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha, organisasi sosial, dan pengelola sampah menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut terus meningkat.
Momentum World Ocean Day juga diharapkan menjadi pengingat bahwa kesehatan ekosistem laut merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi berkelanjutan. (M-012)
- Editor: Daton









