Penggunaan AI untuk Menilai Kesehatan Mental Meningkat, Psikiater Ingatkan Risiko Salah Diagnosa

Psikiater FKUI-RSCM, dr. Kristiana Siste
Psikiater FKUI-RSCM, dr. Kristiana Siste. (Foto: Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemkes)

Selain itu, ketergantungan yang berlebihan pada chatbot dapat mendorong anak muda semakin menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa lebih dipahami oleh AI.

Dr. Siste menegaskan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijak sebagai alat pendukung, bukan pengganti tenaga profesional. Ia mendorong adanya pendampingan orang tua agar teknologi ini tidak menggantikan komunikasi di dalam keluarga.

BACA JUGA:  Prof. Laksono: Pemerintah Bali Belum Dukung Penuh Pengembangan Medical Wellness di Bali

“AI bagus jika digunakan bersama-sama oleh keluarga. Orang tua harus mengerti dulu lalu mengajak anaknya berinteraksi bersama,” tegasnya.*

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menandatangani berita acara persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana, Senin (13/7/2026).

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Jembrana 2025 Disahkan

JEMBRANA, MENITINI.COM – DPRD Kabupaten Jembrana bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menyetujui dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top