BADUNG,MENITINI.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 3 Kuta tidak hanya menjadi ajang adaptasi bagi peserta didik baru, tetapi juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Senin (13/7).
Sosialisasi pencegahan narkoba itu turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 3 Kuta, para guru pembimbing, serta seluruh siswa baru.
Dalam arahannya, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa masa transisi dari sekolah dasar ke jenjang sekolah menengah pertama merupakan fase penting bagi siswa karena mulai mengenal lingkungan dan pergaulan baru. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai bahaya narkoba perlu ditanamkan sejak dini sebagai upaya membangun ketahanan diri.
“Kalian adalah generasi harapan keluarga, harapan masyarakat Badung, dan masa depan pembangunan Bali. Narkoba bukan hal yang keren, bukan pula solusi untuk masalah yang kalian hadapi. Narkoba adalah perusak masa depan yang akan menghancurkan kesehatan, akal sehat, dan cita-cita kalian,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba kini semakin beragam dengan menyasar kalangan remaja melalui berbagai modus, termasuk penyamaran dalam bentuk makanan, minuman, maupun barang yang tampak biasa.
Karena itu, Rasniathi mengimbau para siswa agar tidak mudah menerima makanan atau barang dari orang yang belum dikenal, tidak mudah terpengaruh ajakan teman yang berisiko, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk tindakan yang mencurigakan.
Selain itu, ia mendorong peserta didik memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif, seperti mengembangkan bakat dan minat, aktif dalam kegiatan keagamaan maupun budaya, serta membangun pergaulan yang sehat di lingkungan sekolah.
Menurutnya, siswa juga perlu menjalin komunikasi yang baik dengan guru dan orang tua. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, mereka diimbau segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
Kegiatan sosialisasi yang menjadi bagian dari rangkaian MPLS tersebut berlangsung interaktif. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab mengenai bahaya narkoba, yang disambut antusias para siswa. Bunda Anti Narkoba Kabupaten Badung juga memberikan hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar sebagai bentuk apresiasi atas pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. (M-011)
- Editor: Daton









