Kemenkes Percepat Deteksi Dini Kanker, Puskesmas Dilengkapi X-Ray Digital dan USG Berbasis AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu (12/7). (Foto: Kemenkes)

JAKARTA,MENITINI.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat transformasi layanan penanganan kanker dengan memperkuat deteksi dini hingga tingkat puskesmas. Langkah ini dilakukan untuk menekan tingginya angka kematian akibat kanker yang selama ini didominasi oleh keterlambatan diagnosis.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan lebih dari 80 persen pasien kanker di Indonesia baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut, yakni stadium tiga atau empat. Kondisi tersebut membuat peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah.

“Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi,” ujar Budi saat membuka Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu (12/7).

Menurut Menkes, pemerintah terus memperluas akses layanan deteksi dini melalui Program Cek Kesehatan Gratis yang menyasar masyarakat berusia 40 tahun ke atas dengan risiko tinggi terkena kanker.

Berdasarkan data GLOBOCAN, Indonesia mencatat sekitar 408.661 kasus baru kanker setiap tahun dengan angka kematian mencapai 242.988 jiwa. Kanker kini menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Pada perempuan, kanker payudara dan kanker serviks menjadi kasus terbanyak, sedangkan pada laki-laki didominasi kanker paru dan kanker kolorektal.

BACA JUGA:  Kemenkes Siapkan Regulasi Baru, Medical Tourism Masuk Prioritas Transformasi Kesehatan

Untuk mempercepat penanganan, Kemenkes mulai mendistribusikan teknologi diagnostik ke layanan kesehatan primer. Sebanyak 10.000 puskesmas kini dilengkapi mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna membantu mendeteksi kanker paru maupun benjolan pada payudara.

Selain itu, layanan pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi virus penyebab kanker serviks juga mulai disiapkan di fasilitas kesehatan primer.

Di tingkat layanan rujukan, pemerintah menargetkan seluruh 514 kabupaten/kota memiliki layanan CT scan untuk mendukung penegakan diagnosis. Kemenkes juga berencana menyediakan 60 unit PET scan hingga 2028, memperluas layanan kemoterapi di 500 kabupaten/kota, serta membangun fasilitas terapi proton pertama di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Penguatan sarana kesehatan tersebut diiringi percepatan penyediaan tenaga medis spesialis. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Arianti Anaya mengatakan pihaknya akan mempercepat pemenuhan dokter spesialis onkologi melalui program Fellowship dan Advanced Clinical Training.

“Langkah ini kami lakukan melalui jalur program Fellowship dan Advanced Clinical Training. Dengan demikian, kebutuhan SDM kesehatan khusus penanganan kanker dapat segera terpenuhi untuk melayani masyarakat,” kata Arianti.

Sebagai strategi jangka panjang, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024–2034 dan mulai mengintegrasikan registri kanker nasional ke dalam sistem pelaporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BACA JUGA:  Prof. Laksono: Pemerintah Bali Belum Dukung Penuh Pengembangan Medical Wellness di Bali

Ke depan, layanan kanker di Indonesia juga diarahkan menuju penerapan precision medicine atau kedokteran genomik, sehingga layanan kesehatan primer dapat melakukan pemeriksaan genetik untuk mendeteksi risiko kanker sebelum penyakit berkembang.

“Melalui pemerataan teknologi, pembenahan SDM, serta penguatan registri nasional, kita optimistis angka kematian akibat kanker di Indonesia dapat ditekan secara drastis,” ujar Menkes.

Sebagai informasi, Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 mengangkat tema “Next-Generation Oncology: Management, Technology and Holistic Care”. Forum yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) bersama China Anti-Cancer Association (CACA) itu diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan dokter, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa kedokteran.

Forum tersebut menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan penguatan kerja sama Indonesia-China di bidang layanan, pendidikan, serta penelitian kanker, dengan pembahasan meliputi pencegahan, skrining, radioterapi presisi, imunoterapi, genomic profiling, hingga terapi suportif. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Ketua DPRD Kabupaten Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, menandatangani berita acara persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana, Senin (13/7/2026).

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Jembrana 2025 Disahkan

JEMBRANA, MENITINI.COM – DPRD Kabupaten Jembrana bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana resmi menyetujui dan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top