BNN Soroti Bahaya Gas Tertawa, Masyarakat Diminta Aktif Cegah Penyalahgunaan N2O

Ilustrasi gas tertawa
Ilustrasi gas tertawa. (thinkstock)

JAKARTA,MENITINI.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan gas dinitrogen oksida (N2O) atau yang dikenal sebagai “gas tertawa”, menyusul maraknya peredaran zat tersebut di luar penggunaan medis.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan, N2O bukanlah zat yang aman dikonsumsi untuk tujuan rekreasi. Meski kerap dianggap sepele karena efek euforianya yang singkat, gas ini menyimpan risiko serius terhadap kesehatan, bahkan dapat berujung kematian.

BACA JUGA:  Menaker: Diskon Iuran JKK-JKM 50 Persen Berlaku bagi Peserta BPU

“N2O sering disalahgunakan untuk mencari sensasi senang sesaat. Padahal dampaknya bisa fatal dan bersifat permanen,” kata Suyudi dikutip Kantor Berita Antara, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, gas yang secara alami tidak berwarna dan memiliki rasa sedikit manis ini kerap dihirup menggunakan balon atau tabung kecil. Di luar pemanfaatan medis, inhalasi N2O dapat menyebabkan kekurangan oksigen (hipoksia), kerusakan saraf, hingga gangguan serius akibat defisiensi vitamin B12.

Iklan

BERITA TERKINI

Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Kemnaker Gencarkan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3

JAKARTA,MENITINI.COM –  Sebagai upaya untuk mewujudkan tempat kerja yang lebih aman di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus menggencarkan pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top