Rabu, 29 Mei, 2024
Kelapa Bagian Kebersihan dan Keamanan Perumda Pasar Sewakadarma I Nyoman Swastika meyerahkan buku tabungan kepada penabung sampah di Pasar Badung. (Foto: M-011)

Kelapa Bagian Kebersihan dan Keamanan Perumda Pasar Sewakadarma I Nyoman Swastika meyerahkan buku tabungan kepada penabung sampah di Pasar Badung. (Foto: M-011)

DENPASAR,MENITINI.COM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakdarma Kota Denpasar bekerja sama dengan Bali Waste Cycle (BWC) melaunching Bank Sampah di Pasar Badung, Jumat (24/2/2023).

Acara launching dihadiri oleh Kepala bagian Kebersihan dan Kemanan Perumda Pasar Sewakardarma I Nyoman Swastika, dan Kepala unit Pasar A A Ngurah Wijaya Kusuma, serta tim dari Bali Waste Cycle (BWC).

Di sela-sela acara launching, Nyoman Swastika menjelaskan, bank sampah tersebut sebagai wujud dan arahan Walikota Denpasar terkait dengan Peraturan No. 36 Tahun 2018, yaitu tentang pengurangan kantong plastik. Program bank sampah tersebut juga bertujuan agar pelaku pasar khususnya para pedagang dapat memahami bagaimana manfaat dari sampah atau barang bekas, serta membiasakan para pedagang dapat memilah dan mengumpulkan sampah terutama sampah anorganik dengan cara ditabung pada bank sampah tersebut. “Hari ini kami membuka perdana (launching) bank sampah di Pasar Badung dan selanjutnya secara serentak di 13 unit pasar,” ujarnya.

BACA JUGA:  Lingkungan SLB Negeri Terganggu, Sampah Kiriman Sumbat Sungai Tadah Hujan

Dengan adanya bank sampah, lanjut Swastika, memberi dampak positif terhadap peningkatan kebersihan di linkungan pasar serta manfaat ekonomi bagi para pedagang. “Keuntungan dengan adanya bank sampah untuk pengelola bisa meningkatkan kebersihan terdahap lingkungan pasar dan manfaat ekonomi untuk para pedagang, bisa mendapatkan income (pendapatan, red) dari sampah-sampah yang sudah tidak terpakai lagi,” jelasnya.

Kepala Unit Pasar Badung A A Ngurah Wijaya Kusuma dan Direktur Marketing Bali Waste Cycle (BWC) menunjukkan surat kesepakatan kerja sama bank sampah di Pasar Badung. (Foto: M-011)
Kepala Unit Pasar Badung A A Ngurah Wijaya Kusuma dan Tim Edukasi Bali Waste Cycle (BWC) menunjukkan kontrak kerja sama bank sampah di Pasar Badung. (Foto: M-011)

Kepala Unit Pasar Badung A A Ngurah Wijaya Kusuma mengatakan pedagang dapat mengumpulkan sampah anorganiknya terlebih dahulu dan setiap hari Selasa, antara pukul 10.00 – 12.00 Wita dapat diserahkan pada bank sampah yang letaknya di baseman pasar Badung. Selanjutnya sampah-sampah tersebut nanti akan diangkut oleh pihak BWC.

BACA JUGA:  Indonesia dan Uni Emirat Arab Ground Breaking Pembagunan Pusat Penelitian Mangrove Dunia

Sementara Tim edukasi Bali Waste Cycle (BWC) Ida Bagus Ari Wijaya yang turut hadir bersama timnya mengatakan sampah-sampah yang bisa ditabung oleh pedagang adalah sampah anorganik berupa pet, HDPE, kresek, kardus, dan lain-lain.

Seorang pedagang bernama Nyoman Eka yang sempat diwawancarai saat dirinya menabungkan sampah kardusnya mengaku senang dengan adanya bank sampah tersebut. Sebagai pedagang sembako, ia mendapat penghasilan tambahan dari sampah-sampah yang sudah tidak terpakai itu, di samping juga dirinya tidak repot-repot lagi untuk membuang sampahnya. (M-011)