Pemilahan Sampah dari Rumah Dinilai Menentukan Keberhasilan Proyek Waste to Energy

Pemerintah mendorong pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi berkelanjutan. Namun, keberhasilan PSEL bergantung pada kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Dokumentasi: Pemerintah mendorong pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi berkelanjutan. Namun, keberhasilan PSEL bergantung pada kesadaran masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Foto: Dok. M-011)

JAKARTA,MENITINI.COM – Upaya mengatasi krisis sampah perkotaan melalui proyek Waste to Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga justru menjadi faktor penentu keberlanjutan program tersebut.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto, menilai PSEL berpotensi besar mengurangi tekanan lingkungan akibat penumpukan sampah, asalkan didukung sistem pemilahan yang konsisten dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:  Wabup Badung Tinjau TPST Mengwitani, Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

“Keberlanjutan PSEL sangat bergantung pada jenis sampah yang diolah. Sampah harus dipilah dengan baik agar prosesnya berjalan optimal,” kata Eko dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (8/1).

Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top