Anak Positif HIV Segera Dapatkan terapi ARV

Ilustrasi anak
Ilustrasi anak. (Foto: www.piqsels.com)

LABUAN BAJO,MENITINI.COM– Dr Dian Purnama Sari, SpA, dokter spesialis anak di RSUD Komodo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta anak yang terinfeksi HIV positif dari orangtuanya yang HIV/AIDS, untuk melakukan terapi obat antiretroviral (ARV).

“Anak dengan HIV positif akan diberikan terapi obat antiretroviral, sedangkan bayi yang lahir dari ibu HIV yang mana bayinya belum tentu positif HIV mendapat obat pencegahan,” katanya, di Labuan Bajo, Jumat (2/12/2022) seperti dikutip Berita ANTARA.

dr Dian menjelaskan, bayi yang baru lahir rentan tertular HIV/AIDS dari ibu yang terinfeksi HIV/AIDS. Oleh karena itu, bayi tersebut wajib dites terlebih dahulu. Dia meminta orang tua positif HIV/AIDS untuk proaktif melakukan tes kepada anak yang baru lahir. Jika hasilnya negatif, bayi tersebut mendapatkan terapi pencegahan berupa obat minum. Namun, apabila positif, terapi obat ARV diberikan sesuai dengan keadaan klinisnya.

BACA JUGA:  Pemberian Paket Olahan Ikan Dorong Pencegahan Stunting di Badung

Pola pengasuhan pada anak yang positif HIV, kata dr Doian, akan berbeda dibandingkan dengan anak lainnya. Anak yang positif HIV harus minum obat secara terus-menerus dan memiliki frekuensi sakit yang lebih sering dibandingkan dengan anak lain.

“Butuh pendampingan psikologis yang lebih intens dan pemberian nutrisi yang juga harus adekuat,” ungkapnya.

Data Dinas Kesehatan Manggarai Barat mencatat sebanyak 30 orang positif terinfeksi HIV selama Januari-November 2022. Jumlah tersebut yang tertinggi selama empat tahun terakhir.

BACA JUGA:  Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Gejala Gangguan Mental, Kemenkes Perluas Skrining Kesehatan

Dia mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kesehatan dan menghindari perilaku yang berisiko tertular HIV, seperti seks berisiko, penggunaan obat terlarang, dan pemakaian jarum suntik bekas pakai. Ia juga menyarankan agar ODHA yang sedang hamil selalu melakukan kontrol teratur, mengonsumsi obat teratur, dan menjaga kesehatan.

“HIV ini sampai sekarang belum ada obat definitif yang bisa menghilangkan virus dari dalam tubuh pasien. Obat yang diminum untuk menekan replikasi virus dalam tubuh supaya jumlahnya tidak semakin banyak,” katanya.

Sumber: ANTARA

Iklan

BERITA TERKINI

Ilustrasi Hari Raya Nyepi

Viral Hina Nyepi, WNA Swiss Ditahan Polda Bali

DENPASAR,MENITINI.COM – Unggahan bernada penghinaan terhadap Hari Raya Nyepi di media sosial berujung hukum. Seorang warga negara asing asal Swiss berinisial LAZ kini resmi ditetapkan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top