Pertanda Baik, Kunjungan Turis Domestik Dibuka, Jumlah Pasien Sembuh di Bali Terus Bertambah

Made Rentin, Kepala BPPD Bali

DENPASAR, MENITINI.COM – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin optimis Pemerintah Provinsi Bali siap melanjutkan rencana pelaksanaan Tatanan Kehidupan Era Baru untuk membuka aktivitas yang diperluas untuk sektor pariwisata domestik tanggal 31 Juli 2020.

Keyakinan ini dilihat dari tingginya tingkat kesembuhan pasien Covid-19 dibandingkan penambahan kasus baru. “Kemarin itu terus berturut-turut penambahan pasien yang sembuh. Kasus positif lebih kecil dari tingkat kesembuhan berturut-turut sampai enam hari,” kata Made Rentin yang juga Sekertaris Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali di Denpasar, Senin (3/8/2020).

Langkah konsisten yang didorong Gubernur Bali, Wayan Koster melalui nebulezer dengan destilasi arak Bali untuk penanganan pasien Covid-19 yang dibuktikan dengan meningkatkan potensi kesembuhan pasien.  

Menurutnya, ini menjadi berita baik dalam upaya penanganan Covid-19 yang tentunya didukung pelaksanaan protokol kesehatan secara menyeluruh di masyarakat. “Bahwa tingkat kesembuhannya kian hari yang semakin meningkat, ini tolong menjadi berita baik dan hal positif bagi kita semua di Provinsi Bali. Disaat Bapak Gubernur (Wayan Koster, red) mempersiapkan Pemprov Bali untuk pembukaan sektor pariwisata untuk wisatawan Nusantara di tanggal 31 juli 2020,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jangan Pulang Dulu, Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Tunggu 30 Menit

Memposisikan diri pada optimisme tingkat tinggi, Rentin bahkan menyampaikan pada pertengahan bulan Agustus mendukung rencana pelaksanaan tatanan kehidupan era baru untuk dibukanya pariwisata bagi wisatawan mancanegara tanggal 11 September 2020.  

Agar sektor ekonomi Bali secara utuh mampu kembali bergerak normal dan tumbuh. Ditanya kesiapan sektor pariwisata dalam menjalankan usahanya, Rentin menegaskan jauh hari sebelum pandemi Covid-19 pihaknya telah mendorong pelaku pariwisata untuk memiliki sertifikat kesiap siagaan bencana.

Lanjutnya di masa pandemi agar semua sektor memiliki sertifikat protokol tatanan kehidupan era baru. Diterangkannya dari 300 lebih hotel di Bali capaian untuk sertifikat kesiap siagaan bencana di angka 86 hotel. “Sebenarnya kami dorong semua hotel, target kami 2023 semua hotel di Bali memiliki sertifikat kesiap siagaan bencana. Tetapi di tengah Covid-19 yang melanda seluruh dunia justru kami diuntungkan. Nah disaat itu wajib sertifikatnya disamping sertifikat kesiap siagaan bencana, diperkuat dan dipertebal dengan kesiapan untuk pandemi Covid-19,”ujarnya.

BACA JUGA:  Menu Hari Ini; Nasi Goreng Udang, Tumis Jamur Tiram dan Cumi Saus Telur Asin

Menggeliatnya sektor usaha di Bali utamanya sektor pariwisata, pihaknya sedang bersama  Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali memantapkan regulasi Peraturan Gubernur dengan mengedepankan sinergi dengan berbagai pihak. “Sinergi pentahelix menjadi kekuatan utama bagi kami, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi dan media. Catat itu, media menjadi bagian utama di dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali,” jelasnya. edo/poll

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*