Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh I Nyoman Mesir didampingi Perbekel Kutuh I Wayan Mudana menyampaikan bahwa Pandawa Festival XIV merupakan wujud pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Ia menekankan bahwa Pantai Pandawa lahir dari kreativitas dan inisiatif warga Desa Adat Kutuh, sehingga memerlukan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah kabupaten dan provinsi.
Berbagai langkah strategis juga telah dilakukan Desa Adat Kutuh, seperti pembentukan Satgas Kebersihan, pengelolaan sampah terpadu, hingga pemberian insentif bagi masyarakat yang melaporkan pelanggaran pembuangan sampah liar.
Ketua Panitia Pandawa Festival XIV yang juga Direktur Utama BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, menambahkan bahwa festival ini berfungsi sebagai sarana promosi sekaligus evaluasi pengelolaan destinasi. Ia berharap sinergi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kabupaten Badung terus diperkuat, khususnya dalam penataan kawasan, infrastruktur, dan peningkatan kualitas layanan wisata.
Pandawa Festival XIV turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, perwakilan Polda Bali, Polairud Polda Bali, Polrestabes Denpasar, Camat Kuta Selatan, unsur Tripika Kecamatan Kuta Selatan, serta pelaku dan pengusaha pariwisata.*
- Editor: Daton









