Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata Bali belakangan ini, mulai dari isu kebencanaan, fluktuasi kunjungan wisatawan, hingga maraknya informasi negatif di media sosial.
“Pariwisata merupakan sektor yang sangat rentan terhadap persepsi publik, maka diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga citra Bali,” kata Adi Arnawa.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga pariwisata tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Sekitar 95 persen kehidupan masyarakat Bali bergantung pada sektor ini.
“Karena itu dibutuhkan kesadaran kolektif agar tidak menyebarkan informasi yang justru bisa merugikan Bali,” tegasnya.
Terkait isu kebersihan lingkungan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung telah membentuk Satgas Kebersihan sebagai langkah konkret penanganan sampah. Ia juga mengapresiasi Desa Adat Kutuh yang telah menerapkan kebijakan tersebut secara nyata di kawasan Pantai Pandawa.
Selain itu, Pemkab Badung berkomitmen mendukung pengembangan destinasi wisata melalui pembangunan infrastruktur strategis yang direncanakan mulai tahun 2026. Beberapa proyek yang disiapkan antara lain akses jalan Uluwatu–Melasti, jalan lingkar barat GWK, serta peningkatan akses kawasan Berawa hingga Tegal Kuning.









