Musim Hujan, Ini 3 Cara Penuhi Kebutuhan Vitamin D

vitamin-D
(Foto: SHUTTERSTOCK/Alrandir)

JAKARTA,MENITINI.COM-Memenuhi kebutuhan minimum vitamin D pada umumnya bisa dengan cara berjemur di pagi hari selama 10 hingga 30 menit dalam sehari. Namun berbeda kondisinya jika musim hujan seperti sekarang. Pagi hari sering kali sinar matahari pagi tertutupi oleh mendung bahkan kadang juga hujan.

Nah, untuk mengatasi hal ini, ada tiga cara mudah untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh seperti yang disiarkan Sciencedaily pada Rabu (19/10/2022).

Konsumsi lebih banyak ikan, telur dan jamur

Beberapa jenis boga bahari seperti ikan salmon, ikan nila, ikan sardin, tuna, halibut, udang hingga kerang kaya akan kandungan vitamin D yang bila dikonsumsi bisa membantu meningkatkan asupan vitamin D harian anda.

BACA JUGA:  6 Langkah Tangkis Kolesterol Pasca Lebaran

Selain boga bahari minyak ikan cod, telur dan daging sapi juga bisa menjadi pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Bila anda vegetarian, jamur bisa menjadi pilihan bahan pangan yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D anda.

Sejumlah bahan pangan olahan yang sudah terfortifikasi vitamin D juga bisa menjadi pilihan. Sebut saja susu, sereal, sari buah dan yoghurt. Namun satu hal yang harus diperhatikan, mengingat vitamin D larut dalam lemak maka usahakan untuk mengonsumsi panganan yang diperkaya dengan lemak sehat.

Gunakan lampu sinar ultraviolet

Matahari memancarkan jenis cahaya yang dikenal sebagai UVB yang disintesis oleh kulit Anda (melalui senyawa yang disebut 7-DHC) untuk memulai produksi vitamin D dalam tubuh. Lampu UVB bekerja dengan menggunakan jenis sinar yang sama dengan matahari sehingga anda dapat tetap berada di dalam ruangan di tempat yang hangat dan tetap mendapatkan manfaat dari hari musim panas yang cerah.

BACA JUGA:  BERITA TERKINI: Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Nyaris Dua Ribu Orang, 181 Orang Meninggal

Faktanya, beberapa lampu LED pada panjang gelombang tertentu terbukti lebih efisien dalam merangsang produksi vitamin D kulit daripada matahari. Namun disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan anda sebelum memulai rutinitas terapi sinar UV karena faktor-faktor tertentu, seperti kandungan melanin kulit dan usia yang dapat memengaruhi tingkat penyerapan dan produksi.

Suplemen nutrisi

Manusia dan hewan menghasilkan vitamin D3, sedangkan tumbuhan seperti jamur menghasilkan vitamin D2. Namun sejumlah penelitian menyebutkan bahwa vitamin D2 tidak cukup berpengaruh pada tubuh.

Kini beberapa produsen mulai memproduksi vitamin D3 yang ramah vegan. Suplemen vitamin D ini hadir dalam beragam pilihan yang nyaman, termasuk bubuk, kapsul, tetes, permen karet, softgels, kunyah, dan semprotan.

BACA JUGA:  Rekam Medis Elektronik Wajib Diterapkan Maksimal Tahun 2023

Sumber: REPUBLIKA/ANTARA