Bupati Badung Pimpin HLM Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya

Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin rapat HLM terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5),
Bupati Wayan Adi Arnawa memimpin rapat HLM terkait upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan di ruang rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5), (Foto: Humas Badung)

BADUNG,MENITINI.COMBupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin High Level Meeting (HLM) terkait upaya menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha serta Hari Raya Galungan dan Kuningan, di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Selasa (19/5).

Dalam rapat tersebut, Bupati Adi Arnawa didampingi Sekda Badung IB Surya Suamba. Pertemuan juga dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Badan Pusat Statistik Badung, Tim Perumus Kebijakan, hingga Dosen Fakultas Pertanian Unud I Ketut Satriawan.

Selain membahas strategi pengendalian inflasi, dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Perumda Pasar Mangu Giri Sedana dengan PT Brilliant Ecommerce Berjaya untuk memperluas akses pemasaran produk-produk pertanian lokal.

Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, momentum Idul Adha, Galungan, dan Kuningan biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan.

BACA JUGA:  Bupati Badung cek kesiapan RSUD Giri Asih, Targetkan jadi Rumah Sakit Rujukan Terbaik

Karena itu, ia meminta instansi teknis bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok guna mencegah lonjakan harga maupun kelangkaan barang.

“Kepada instansi teknis bersama TPID agar terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok. Penguatan kerja sama antar daerah serta pengawasan distribusi pangan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang,” ujarnya.

Selain pengendalian inflasi, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian produktif serta peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan produksi pangan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor pariwisata di Badung. Untuk itu, diperlukan pemetaan lahan persawahan produktif agar diketahui kapasitas produksi yang dimiliki dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Dinas Pertanian dan Pangan agar melakukan pemetaan berapa luas lahan produksi, berapa produksinya per tahun disandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata. Kalau belum terpenuhi dapat melakukan kerja sama antar daerah,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dorong Layanan Kesehatan Cepat, Mudah, dan Nyata Bupati Adi Arnawa Evaluasi ‘Mantap Nak Badung’

Ia juga berharap Perumda Pasar dan Pangan dapat berperan sebagai pembeli sekaligus penjamin pasar (offtaker) bagi hasil panen petani lokal. Langkah tersebut dinilai mampu memotong rantai distribusi yang panjang, menjaga harga tetap stabil, sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan di tingkat konsumen.

“Upaya ini dapat memotong rantai distribusi yang panjang, memastikan harga beli yang adil bagi petani, sekaligus mengendalikan inflasi dan ketersediaan stok di tingkat konsumen,” katanya. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top