Warga Tak Ingin Rusuh Lagi, Aktivitas di Denpasar Sudah Normal Kembali

DENPASAR,MENITINI.COM – Situasi depan kampus Unud di Jalan PB Sudirman dan kawasan DPRD Bali di Renon, Jumat (9/10) sudah terpantau kondusif usai sebelumnya terjadi unjuk rasa tolak Omnibus law UU Cipta Kerja yang dilakukan aliansi “Bali Tidak Diam”. Aktivitas masyarakat pun sudah berjalan normal.

Sejumlah petugas kebersihan membersihkan sisa-sisa sampah pascaksi unjuk rasa tolak Omnibus Law yang berlangsung Kamis (8/10) sejak siang hingga malam hari. Aksi demonstrasi mereda dan selesai sekitar pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, aksi vandalisme atau corat-coret di aspal di Jl. PB Sudirman depan kampus Unud dan SMP Santo Yoseph masih membekas. Sesekali pengendara yang melintas membaca tulisan di aspal “hidup rakyat tolak omnibus law”.

Salah seorang pedagang yang mangkal di depan kampus Unud tepatnya di lahan parkir warga Unud, Putu Suryani (60), mengaku jejeh (takut) dengan aksi massa yang sempat bentrok dengan aparat. Ia sendiri diminta masuk ke dalam rumah oleh polisi. Dia menjelaskan,  pada Kamis malam aroma gas air mata sangat menyengat. ‘’Mata tiang (saya) sampai perih. Jejeh pisan care nak perang (takut sekali seperti perang),’’ tuturnya, Jumat kemarin seperti dikutip Surat Kabar POS BALI

BACA JUGA:  Prabowo Percepat Penanganan Sampah Nasional, Dorong Model TPST di Berbagai Daerah

Ibu asal Karangasem itu sangat menyayangkan aksi anarkistis itu terjadi. Menurut dia, seorang mahasiswa tak patut melakukan aksi seperti itu, melawan aparat. “Tapi tiang (saya) tahu, yang bikin rusuh itu bukan mahasiswa, tapi orang lain yang ikut unjuk rasa itu. Semoga tidak ada lagi,’’ ungkap dia.

Sementara itu, dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona, seluruh anggota kompi Dalmas Polres Badung dicek kesehatannya melalui tes cepat (rapid test) yang sudah disiapkan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Satsabhara Polres Badung Jalan Kebo Iwa No 1, Mengwi, Badung, Jumat (9/10) pagi usai apel siaga.

Kasat Sabhara Polres Badung, Iptu Ketut Suandi, mengatakan, tes cepat dilaksanakan pasca-backup pengamanan unjuk rasa menolak Omnibus law UU Cipta Kerja di wilayah hukum Polresta Denpasar. ‘’Kita tidak ingin ada anggota yang sampai terpapar akibat unjuk rasa yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tidak puas atas disahkannya UU Cipta Kerja oleh pemerintah,’’ ucap Suandi usai tes cepat.

BACA JUGA:  Kejati Sumsel Selamatkan Rp1,2 Triliun Uang Negara, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Ditahan

Sementara, Paurkes Bagsumda Penda Tk I, dr. N Diartha Budi Legawa, usai tes cepat belum bisa menyampaikan hasilnya. ‘’Ya kita belum bisa mengetahui hasilnya mudah-mudahan saja ke 79 anggota yang di rapid semuanya nonriaktif,’’ ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja yang dilakukan aliansi “Bali Tidak Diam” berlangsung di gedung DPRD Bali, Kamis (8/10). Massa dengan jumlah seribuan orang itu sempat bentrok dengan aparat.

Sebelumnya massa melempari mobil polisi dengan botol air mineral.  Massa awalnya berkumpul di depan Kampus Unud Jalan PB Sudirman, Denpasar. Massa lalu berjalan kaki menuju gedung DPRD Bali sambil terus berorasi. Aksi ini dijaga ketat aparat kepolisian.

Massa menggeruduk kantor DPRD Bali. Massa melempari rombongan mobil polisi dengan botol air mineral dan memblokade jalan. Selain itu, di depan kantor DPRD Bali terjadi lagi aksi lempar-lemparan. Polisi menembakkan gas air mata. poll

Iklan

BERITA TERKINI

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani

Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026

JAKARTA,MENITINI.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Pemula Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong tumbuhnya

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top