Perebutan Kursi Sekot Ambon Makin Memanas, Sejumlah Nama Mulai Menguat

Tiga orang kandidat yang masuk dalam bursa seleksi Sekkot Ambon antara lain: Robby Sapulette, Steven Dominggus dan Apries Gaspersz.
Tiga orang kandidat yang masuk dalam bursa seleksi Sekkot Ambon antara lain: Robby Sapulette, Steven Dominggus dan Apries Gaspersz.
AMBON, MENITINI.COM – Perebutan kursi Sekretaris Kota (Sekot) di Kota Ambon semakin memanas.
Sejumlah nama pejabat internal Pemerintah Kota Ambon mulai mencuat dan disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi jabatan strategis tersebut.
Kekosongan jabatan Sekot sejak 2024 yang hingga kini masih diisi oleh pejabat sementara, memicu dinamika dan persaingan yang kian terbuka. Posisi Sekot sendiri dinilai krusial karena berperan sebagai motor penggerak birokrasi dan pengendali jalannya pemerintahan daerah.
Informasi yang beredar, sedikitnya ada 3 orang pejabat eselon II telah masuk dalam radar seleksi. Diantaranya Robby Sapulette Plt. Sekkot, Steven Dominggus, dan Apries Gaspersz.
 Mereka dinilai memenuhi syarat dari sisi kepangkatan, pengalaman, hingga rekam jejak birokrasi.
Pemerintah Kota Ambon memastikan proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan transparan melalui mekanisme lelang jabatan.
Tahapan seleksi pun dikabarkan segera memasuki fase penting, termasuk uji kompetensi dan penilaian kinerja oleh panitia seleksi independen.
Di tengah situasi ini, perhatian publik pun meningkat. Masyarakat berharap figur yang terpilih nantinya benar-benar memiliki integritas, profesionalitas, serta mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan publik di Kota Ambon.
Seiring waktu, persaingan menuju kursi Sekot diprediksi akan semakin ketat. Setiap kandidat dituntut tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik dan menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan. (M-009).
BACA JUGA:  PN Ambon Vonis Ibu Pembunuh Bayi di Maluku 8 Tahun Penjara
Iklan

BERITA TERKINI

Menteri LH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I.G.N. Jaya Negara, dan jajaran pemerintah daerah berdiskusi saat meninjau operasional pengolahan sampah di TPS Tahura, Denpasar, Bali, Kamis (5/3/2026).

PSEL Membutuhkan Sampah yang Sudah Terpilah

DENPASAR,MENITINI.COM – Teknologi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) membutuhkan pasokan sampah yang sudah terpilah. Tanpa pemilahan, efektivitas pengolahan sampah menjadi energi listrik akan sangat terbatas.

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top