Sabtu, 18 Mei, 2024

Anggota DPRD Maluku, Yance Wenno Calon Walikota Ambon. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM – Pertarungan dan perebutan kursi Walikota Ambon masih beberapa bulan lagi, namun beberapa kandidat secara terang-terangan menujukan sikap siap bertarung. Salah satunya  Yance Wenno yang menyatakan siap maju sebagai Calon Walikota Ambon. 

Bahkan tidak segan-segan  politisi Partai Perindo ini berjanji akan mengundurkan diri, jika dalam tiga tahun memimpin tidak ada perubahan pembangunan dan Kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Yance Wenno, anggota DPRD Maluku, yang berencana siap maju dalam bursa Pemilihan Walikota Ambon periode 2024-2029 pada November 2024 mendatang.

“Dikatakan, tiga tahun memimpin tidak ada perubahan saya siap mundur. Lebih baik mundur kalau tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya masalah kemacetan, pasar Mardika, banjir dan lapangan kerja. Ini harus arus teratasi,” kata Wenno kepada sejumlah wartawan, Jumat (5/4/2024).

BACA JUGA:  Tembus 84,68 Persen,  KPU: Tingkat Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di NTB Meningkat

Yance berjanji tidak ingin terlibat mengatur proyek demi mengejar Indeks profitabilitas (PI). Biarlah masing-masing OPD melaksanakan sesuai kewenangannya.

Selain itu, bakal berkunjung ke setiap OPD tiga hari sekali untuk melihat kinerja dan pelayanannya baik dalam birokrasi maupun ke masyarakat.

“Saya akan berkantor di setiap OPD, saya ke dinas pendidikan Minggu ini. Minggu depan ke dinas sosial, dan seterusnya. Termasuk dinas Capil. Ini penting untuk menyaksikan langsung pelayanan mereka yang bersentuhan dengan masyarakat, bukan menunggu laporan dari mereka,” sebut Wenno.

Mantan anggota DPRD Kota Ambon tiga periode itu, menjelaskan bahwa, saat ini untuk Calon wakil mendampinginya sudah dikantongi.

“Calon wakil saya sudah ada, nanti juga ada survey. Untuk partai pengusung, nanti dilihat pada saatnya,” bebernya.

BACA JUGA:  Giri Prasta Tebar Baliho tak Bercorak PDIP, Peluang Kantongi Rekomendasi Tetap Pada Koster

Dikatakan, untuk menjadi Walikota Ambon itu gampang. Yang sulit, ketika sudah terpilih. Karena tugas utama pemerintah adalah mensejahterakan masyarakat, bila tidak, maka dianggap gagal.

“Butuh konsep bangun daerah dan sejahterakan masyarakat. Kalau ini tidak bisa dilakukan, maka pemerintah bisa dinyatakan gagal. Percuma bicara kesejahteraan,” tegas Wenno. 

Konsep ini yang dipakainya, untuk menjadi motivasi maju dalam pertarungan merebut kursi Walikota Ambon di pemilihan Walikota 27 November mendatang.

Baginya, pelayanan dasar suatu daerah harus terpenuhi, baik pendidikan, kesehatan maupun ekonomi masyarakat ditingkatkan.

“Saya siap maju, maka saya juga tau tempat jatuh. Saya tau pergi dan saya tau kembali. Visi misi jangan panjang. Karena itu tidak bisa direalisasikan. Kebanyakan kepala daerah seperti itu, selesai masa jabatan tidak mampu realisasikan,” ujar Wenno. (M-009)

  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Sidang Pembacaan Putusan Sengketa Pemilu, Ribuan Massa Padati Area Patung Kuda