Kemenpar Bidik 1,7 Juta Wisatawan Tiongkok, Sales Mission Raup Potensi Transaksi Rp109 Miliar

Kemenpar Bidik 1,7 Juta Wisatawan Tiongkok, Sales Mission Raup Potensi Transaksi Rp109 Miliar
Kemenpar Bidik 1,7 Juta Wisatawan Tiongkok, Sales Mission Raup Potensi Transaksi Rp109 Miliar

JAKARTA,MENITINI.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat penetrasi pasar Tiongkok guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Sales Mission di Shanghai pada 22 Mei 2026 dan Guangzhou pada 25 Mei 2026.

Upaya promosi tersebut membuahkan hasil positif. Kegiatan yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra bisnis di Tiongkok itu menghasilkan potensi transaksi sebesar US$ 6,17 juta atau setara Rp109,17 miliar. Selain itu, tercatat potensi devisa mencapai US$ 14,96 juta atau sekitar Rp264,8 miliar, dengan potensi pergerakan wisatawan sebanyak 12.336 pax.

Dalam press release Kemenpar, Selasa (2/6), Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Sales Mission menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas pasar wisatawan asal Tiongkok sekaligus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di negara tersebut.

“Sales Mission ini menjadi upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” ujar Ayu Marthini dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Melalui kampanye Wonderful Indonesia bertajuk “Go Beyond Ordinary”, Kemenpar memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta. Berbagai produk wisata minat khusus juga dipromosikan, mulai dari wisata kebugaran (wellness tourism), wisata bahari, wisata budaya, hingga wisata berbasis alam.

BACA JUGA:  Ubud Open Studios 2026 Masuk TOP TEN KEN, Perkuat Posisi Ubud sebagai Destinasi Seni Dunia

Sebanyak 14 pelaku industri pariwisata Indonesia yang telah melalui proses kurasi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sektor agen perjalanan, operator tur, akomodasi, hingga pengelola atraksi wisata yang memiliki fokus pada pasar Tiongkok.

Di sektor akomodasi, sejumlah hotel dan resor ternama ikut berpartisipasi, antara lain AYANA Komodo Waecicu Beach, AYANA Resort Bali, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, The Mulia Resorts & Villas, Somewhere Lombok, Seven Secrets Resort Lombok, Four Seasons Resort Bali, dan Puri Bagus Lovina.

Sementara dari sektor perjalanan dan atraksi wisata, peserta yang terlibat di antaranya PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, dan The Yoga Barn.

Ayu Marthini menjelaskan bahwa Tiongkok masih menjadi salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Pada 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 1.344.074 orang, menjadikannya pasar penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Singapura, Malaysia, dan India.

Pada tahun 2026, Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta orang. Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok telah mencapai 357.740 orang atau meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 285.025 kunjungan.

BACA JUGA:  BaliCEB Siap Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi MICE Unggulan Dunia

Menurut Ayu Marthini, pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin kuatnya konektivitas udara antara Indonesia dan Tiongkok. Shanghai dan Guangzhou menjadi dua kota penting yang berfungsi sebagai pintu keberangkatan wisatawan menuju berbagai destinasi di Indonesia.

“Saat ini, penerbangan langsung dari berbagai kota di Tiongkok menuju destinasi di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata ke Indonesia,” katanya.

Kegiatan Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou terselenggara melalui kolaborasi Kementerian Pariwisata bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai dan Guangzhou. Forum business-to-business (B2B) yang digelar dalam rangkaian acara tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru dan memperkuat hubungan bisnis pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top