Prabowo: Ekonomi Pancasila Harus Hadir untuk Kesejahteraan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin, 1 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional, termasuk dalam penyusunan sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Pancasila tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen sejarah atau slogan yang diucapkan dalam seremoni kenegaraan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kebijakan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Presiden mengakui Indonesia telah mencatat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut harus mampu memberikan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat.

“Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Sholat Idul Adha Bersama WNI dan Diaspora di Paris

Ia mengajak seluruh pihak untuk jujur melihat berbagai tantangan yang masih dihadapi bangsa, termasuk persoalan pemerataan hasil pembangunan.

Presiden juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai komoditas strategis dunia seperti tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, kelapa sawit, batu bara, dan nikel. Selain itu, Indonesia juga telah mencapai swasembada pangan di tengah kondisi sejumlah negara yang masih menghadapi tantangan ketahanan pangan.

Meski memiliki kekayaan alam yang melimpah, Prabowo menilai manfaat ekonomi yang dihasilkan belum sepenuhnya dinikmati rakyat. Selama bertahun-tahun, sebagian besar nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam masih mengalir ke luar negeri.

Karena itu, ia menegaskan transformasi ekonomi nasional menjadi salah satu tugas utama pemerintahannya. Transformasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan sistem ekonomi yang benar-benar berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

BACA JUGA:  Prabowo Bekali 400 Peserta PFLP 2026, Siapkan Calon Pemimpin BUMN Masa Depan

“Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia adalah melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” tegasnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berdaulat. Menurutnya, ekonomi Pancasila harus menjadi jalan untuk memastikan kekayaan bangsa dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top