TABANAN,MENITINI.COM – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, resmi membuka Marga Festival II Tahun 2026 di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kecamatan Marga, Selasa (2/6) malam. Festival yang berlangsung selama lima hari hingga 6 Juni 2026 itu menjadi ajang pelestarian seni budaya sekaligus penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi nepak punggelan Barong Ket oleh Bupati Sanjaya sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Sanjaya mengapresiasi Camat Marga, unsur Forkopimcam, para perbekel, bendesa adat, tokoh masyarakat, dan seluruh panitia yang kembali berhasil menyelenggarakan festival tersebut untuk kedua kalinya.
Menurutnya, festival kecamatan merupakan wadah yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya potensi desa melalui berbagai ruang kreativitas masyarakat.
“Festival kecamatan ini digagas untuk memantik munculnya potensi-potensi terbaik dari desa. Jika kegiatan lahir dari bawah dan berasal dari kebutuhan masyarakat, maka manfaatnya akan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, festival tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga sarana menggerakkan berbagai sektor pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Sanjaya berharap Marga Festival dapat terus berkembang menjadi agenda kebanggaan masyarakat Kecamatan Marga. Selain menjaga kelestarian budaya, festival juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi generasi muda serta memperkuat perekonomian masyarakat.
“Saya yakin Marga Festival akan semakin semarak dari tahun ke tahun. Dengan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat, Kecamatan Marga mampu menunjukkan kualitas dan potensi terbaiknya sebagai kebanggaan Kabupaten Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” katanya.
Sementara itu, Camat Marga sekaligus Ketua Panitia Marga Festival II Tahun 2026, I Gede Putu Adhi Putra Adiksa, mengatakan festival tahun ini mengangkat tema “Melestarikan Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dan Pariwisata”.
Selama pelaksanaannya, festival menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan desa dinas, desa adat, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Beragam atraksi seni budaya ditampilkan, mulai dari tari tradisional, baleganjur, barong, gong kebyar, dolanan tradisional, lomba aksara Bali, pidarta Bahasa Bali, lomba bahasa Inggris, hingga pertunjukan kreativitas siswa sekolah.
Tak hanya berfokus pada seni budaya, festival juga memberi ruang bagi 70 pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya kepada masyarakat dan pengunjung.
Selain itu, sejumlah kegiatan sosial turut digelar, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, donor darah, hingga vaksinasi rabies gratis hasil kolaborasi dengan berbagai instansi terkait.
Puncak Marga Festival II Tahun 2026 akan dimeriahkan dengan Lomba Barong Bangkung se-Kabupaten Tabanan yang diikuti 30 peserta. Panitia menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp15 juta bagi para pemenang. (M-011)
- Editor: Daton









