JAKARTA,MENITINI.COM – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara selama 1,5 tahun terakhir ini telah menghasilkan sejumlah manfaat konkret bagi Indonesia, baik di bidang ekonomi, energi, pertahanan, maupun hubungan internasional.
Dalam keterangan Teddy yang disiarkan di IG resmi Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, diplomasi yang dilakukan Presiden tidak sekadar agenda seremonial, melainkan membawa hasil nyata yang dapat dirasakan dalam kepentingan nasional.
Salah satu capaian yang disorot adalah bergabungnya Indonesia dalam kelompok BRICS. Langkah tersebut dinilai turut mendukung stabilitas pasokan energi nasional sehingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan harga BBM bersubsidi tetap terjaga di tengah gejolak global.
Di sektor perdagangan, Indonesia juga berhasil memperoleh tarif ekspor nol persen ke 25 negara di Uni Eropa sejak 2025. Kebijakan tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi produk-produk Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.
Teddy juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi yang masuk ke Indonesia selama 1,5 tahun terakhir mencapai Rp2.430 triliun. Selain itu, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu menghasilkan komitmen investasi baru senilai Rp575 triliun.
Pada bidang pertahanan, pemerintah disebut telah memperkuat alat utama sistem persenjataan melalui kerja sama dengan sejumlah negara, di antaranya Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Inggris.
Sementara itu, kerja sama dengan Arab Saudi turut mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji bagi jamaah Indonesia. Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah pengembangan fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan jamaah di Tanah Suci.
Di tingkat internasional, Indonesia juga terus menunjukkan dukungannya terhadap Palestina melalui pengiriman bantuan kemanusiaan, pengoperasian kapal rumah sakit, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Menanggapi kritik terkait biaya perjalanan luar negeri, Teddy menegaskan setiap kelebihan anggaran kunjungan Presiden ditanggung secara pribadi oleh Prabowo. Selain itu, jumlah anggota rombongan kepresidenan juga telah dikurangi menjadi sekitar 50 hingga 60 orang dalam setiap kunjungan.
Ia menambahkan, penentuan agenda kunjungan dan pertemuan dengan negara lain dilakukan berdasarkan kebutuhan strategis dan prioritas nasional yang ditetapkan pemerintah.
“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan atau seremonial. Kita harus melihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” kata Teddy. (M-003)
- Editor: Daton









