Pemkab Bangli Tekan Serbuan Lalat di Kintamani lewat Edukasi Pengelolaan Pupuk

Sepeda motor milik warga di kawasan Kintamani, Bangli, dipenuhi lalat yang menempel di bodi kendaraan.
Sepeda motor milik warga di kawasan Kintamani, Bangli, dipenuhi lalat yang menempel di bodi kendaraan. (Foto: Istimewa)

Ia menjelaskan, penyuluhan dan sosialisasi terus dilakukan secara berkelanjutan di tingkat desa. Setiap desa di wilayah Kintamani telah memiliki petugas penyuluh pertanian yang aktif memberikan pendampingan langsung kepada petani terkait tata cara pengolahan pupuk organik yang benar.

Sejumlah kelompok tani telah menjadi sasaran edukasi, di antaranya kelompok tani di Pangsut Sari, Dusun Cingang Desa Kayubihi, Balai Banjar Apuan Kaja, serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kintamani Barat dan BPP Kintamani Timur. Dalam kegiatan tersebut, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya proses fermentasi sebelum pupuk diaplikasikan ke lahan.

BACA JUGA:  PSEL Bali Target Olah 2.000 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik

Menurut Sarma, penggunaan pupuk kotoran ternak yang tidak diolah dengan baik menjadi salah satu faktor utama pemicu munculnya lalat dalam jumlah besar. Karena itu, peningkatan kesadaran petani dinilai menjadi kunci dalam penanganan jangka menengah dan panjang.

“Ke depan, masih banyak kelompok tani lain yang akan kami sasar. Harapannya, dengan edukasi yang konsisten, pengelolaan pupuk organik bisa semakin baik sehingga permasalahan lalat di Kintamani dapat ditekan secara bertahap,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menteri LH Targetkan PSEL Bali Olah 1.200 Ton Sampah per Hari

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kintamani, yang selama ini menjadi salah satu andalan Kabupaten Bangli.*

  • Editor: Daton

Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top