PSEL Bali Target Olah 2.000 Ton Sampah per Hari Jadi Energi Listrik

Pelaksanaan groundbreaking PSEL Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7). (Foto: Humas Badung)
Pelaksanaan groundbreaking PSEL Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7). (Foto: Humas Badung)

DENPASAR,MENITINI.COM – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi memasuki tahap pembangunan. Fasilitas yang dibangun di kawasan Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, ini ditargetkan mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari, sekaligus menghasilkan energi listrik melalui teknologi waste to energy berstandar emisi rendah.

Groundbreaking proyek strategis tersebut digelar pada Rabu (8/7) dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kapasitas pengolahan PSEL Bali mencapai 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari, sehingga diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di kawasan aglomerasi Denpasar Raya.

Menurutnya, fasilitas waste to energy tersebut menggunakan teknologi terbaru dengan standar emisi rendah sehingga tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi energi listrik yang bermanfaat.

“Ini merupakan groundbreaking PSEL pertama di Bali. Kami berharap proyek ini dapat selesai sesuai target sehingga pada akhir 2027 sudah dapat beroperasi sebagai solusi nyata penanganan sampah di Bali,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA:  Batik Valiri Tawarkan Wisata Berbasis Hutan dan Budaya, Angkat Potensi Ekowisata Sigi

Selama ini, persoalan sampah menjadi salah satu tantangan utama di Bali, terutama di wilayah Denpasar Raya yang setiap hari menghasilkan ribuan ton sampah. Kehadiran PSEL diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyebut pembangunan PSEL menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan sampah perkotaan. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA, fasilitas tersebut juga akan menghasilkan energi listrik dari sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungannya sehingga pembangunan PSEL Bali dapat direalisasikan. Ini menjadi angin segar dalam mendukung penanganan persampahan sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bernilai,” katanya.

Jaya Negara berharap pembangunan proyek dapat berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ia menegaskan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan di Bali.

BACA JUGA:  Groundbreaking PSEL Bali, Pembangunan Ditarget 15 Bulan

Selain seremoni groundbreaking, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Sponsorship Agreement antara PLN dan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL, serta Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) sebagai dasar kerja sama penyaluran listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah.

PSEL Bali merupakan salah satu proyek strategis pemerintah dalam mempercepat penanganan sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih. Dengan kapasitas mencapai 2.000 ton sampah per hari, fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di Denpasar Raya dan mendukung terwujudnya Bali yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

Pelaksanaan groundbreaking PSEL Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7).

Groundbreaking PSEL Bali, Pembangunan Ditarget 15 Bulan

DENPASAR,MENITINI.COM – Proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi  memasuki tahap pembangunan. Groundbreaking fasilitas pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy itu dilakukan di kawasan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top