Bali Komitmen Kelola Sampah Laut dari Darat

Suasana diskusi publik di Sanur Bali
Founder Bali Waste Cycle (BWC) Putu Ivan Yunatana saat diskusi tentang pengelolaan sampah laut, di Maya Resort, Sanur Bali, (10/12/2022). (Foto: M-006)

DENPASAR, MENITINI.COM-Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan seluruh stakeholder terkait, berkomitmen untuk terus melakukan pengelolaan sampah laut demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat membuka diskusi publik bertajuk “Pengelolaan Sampah Laut, Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Sanur, Denpasar, Sabtu (10/12/2022).

Selain membuka diskusi publik, Cok Ace juga ikut menandatangani Shining Declaration, sebagai bentuk komitmen pengelolaan sampah laut untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Selain itu Cok Ace juga atas nama Pemprov Bali, memberikan penghargaan kepada 5 orang pejuang lingkungan hidup di Bali khususnya dalam bidang pengolahan dan penanganan sampah.

Kelima orang tersebut adalah Agustinus Apolinarik K Daton selaku Ketua jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS), I Made Aditiasthana, Founder Yayasan Kaki Kita Sukasada (YKSS), Olivia Anastasia Padang, Dirut Bali Waste Cycle (BWC), I Wayan Mertha, Bendesa Adat Kedongan, Eka Pande Mahendra, relawan Peduli Sampah Bali.

BACA JUGA:  Kabar Gembira! Singapore Airline Bawa 156 Penumpang, Mendarat di Bandara Ngurai Rai Pukul 11.50 WITA

Dalam arahannya, Cok Ace mengatakan, perlu komitmen dan konsisten semua pihak dalam menangani sampah laut. Sebab sampah laut itu berhubungan dengan aktivitas di darat dan berhubungan dengan perilaku manusia di darat. Tanpa komitmen dan konsistensi ini maka masalah sampah tidak pernah akan habis. Dalam konteks Bali, sampah laut menjadi sangat penting untuk dikelolah karena berhubungan dengan pariwisata.