Hibah Rp1 Triliun Perkuat Layanan Jantung Nasional, Gedung Baru Harapan Kita Siap Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin pada acara topping off ceremony pembangunan Gedung Harapan Kita–Tokushukai pada Rabu (15/4). (Foto: Biro Komunikasi Kemenkes)

JAKARTA,MENITINI.COM – Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan jantung di Indonesia melalui kolaborasi internasional. Kementerian Kesehatan RI bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita menggelar topping off ceremony pembangunan Gedung Harapan Kita–Tokushukai pada Rabu (15/4).

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa pembangunan gedung ini merupakan hasil kerja sama panjang antara RSJPD Harapan Kita dengan Tokushukai Medical Group yang telah terjalin sejak 2004. Proyek ini didukung hibah senilai sekitar Rp1 triliun dari pihak Jepang.

Menurut Menkes, kehadiran gedung baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan jantung secara menyeluruh.

“Yang tinggi bukan hanya gedungnya, tetapi juga ilmu, keterampilan tenaga kesehatan, dan kualitas pelayanannya,” ujarnya, dikutip dari laman Kemenkes, Kamis (16/4)..

Selain penguatan layanan kuratif, pemerintah juga menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif. Penyakit jantung masih menjadi salah satu beban pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kebiasaan merokok perlu diperkuat sejak layanan primer.

BACA JUGA:  Tiap 1 Menit Dua Orang Terinfeksi TB, dan Setiap 4 Menit Satu Orang Meninggal

Kementerian Kesehatan pun mendorong pemanfaatan teknologi di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti penggunaan elektrokardiogram (EKG) dan terapi awal di Puskesmas, guna menekan angka rujukan ke rumah sakit.

Gedung baru ini nantinya akan dilengkapi teknologi medis mutakhir, termasuk robot bedah canggih Da Vinci yang dijadwalkan mulai beroperasi pada November 2026. Kehadiran teknologi ini diyakini dapat meningkatkan presisi tindakan medis sekaligus kualitas layanan bagi pasien.

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 400 menjadi 800 unit. Dengan fasilitas tersebut, rumah sakit diharapkan mampu bersaing dengan layanan kesehatan di luar negeri dan mengurangi jumlah pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri.

BACA JUGA:  Kemenkes Terbitkan Aturan Untuk Cegah Konsumsi Gula Berlebih

Selain itu, gedung ini juga akan difungsikan sebagai pusat pendidikan dan kolaborasi internasional di bidang kardiovaskular, termasuk penguatan riset bersama berbagai negara.

Ketua Tokushukai Medical Group, Shinichi Higashiue, menyatakan komitmennya untuk menjadikan pusat jantung ini sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Dengan dukungan tenaga medis internasional dan teknologi kesehatan terkini, pembangunan Gedung Harapan Kita–Tokushukai diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi layanan jantung nasional yang lebih berkualitas, merata, dan berdaya saing global. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top