Gubernur Maluku: Semangat Pattimura Harus Menjadi Karakter Generasi Muda

Suasana perayaan HUT Pattimura ke-209 berlangsung di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
Suasana perayaan HUT Pattimura ke-209 berlangsung di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
AMBON,MENITINI.COM –  Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M menegaskan bahwa semangat perjuangan Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura harus menjadi fondasi karakter generasi muda di Maluku. Nilai-nilai keberanian, persatuan, dan cinta tanah air yang diwariskan pahlawan nasional tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
 Disampaikan bahwa, generasi muda tidak boleh melupakan sejarah perjuangan daerahnya. “Semangat Pattimura bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi harus hidup dalam sikap dan tindakan generasi sekarang. Ini penting untuk membangun Maluku yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, karakter generasi muda saat ini perlu diperkuat dengan nilai disiplin, tanggung jawab, serta keberanian dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan moral dan jati diri kebangsaan.
“Kita ingin anak-anak Maluku tumbuh dengan identitas yang kuat, bangga sebagai anak negeri, dan siap berkontribusi bagi bangsa,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah, gereja, dan keluarga, untuk bersama-sama menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda sejak dini.
Dengan menjadikan semangat Pattimura sebagai karakter, diharapkan generasi muda Maluku mampu menjadi agen perubahan yang membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik.
Harapan ini disampaikan gubernur saat memimpin upacara peringatan HUT Pattimura yang berlangsung di Lapangan Merdeka Saparua, Jumat (15/5/2026).
Ia mengaku, perayaan HUT Pattimura ke-209 mengajarkan seluruh masyarakat Maluku dimana saja berada, untuk kembali mengenang sebuah peristiwa besar dalam sejarah perjuangan rakyat Maluku.
Dentuman meriam dan bunyi ledakan di Benteng Duurstede kala itu, dilawan dengan perlawanan pekik yang mengejutkan kesunyian.
Pada masa itu, salah satu putra terbaik dari bumi Maluku, Thomas Matulessy yang dikenal sebagai Kapitan Pattimura, berdiri tegak dengan parang dan salawaku di tangan. Ia tidak hanya melawan peluru dengan keberanian, tetapi juga melawan ketidakadilan dengan martabat.
“Hari ini, pertanyaannya adalah apakah kita hadir di sini hanya untuk sekadar mengenang tanggal 15 Mei 1817, Apakah kita hadir hanya untuk membakar obor semata, ataukah peringatan ini adalah tentang api Pattimura yang harus terus menyala di dada setiap anak Maluku,” tanya gubernur.
Kapitan Pattimura kata gubenrur pernah berpesan sebelum tiang gantungan merenggut nyawanya di depan Benteng Victoria, Kota Ambon Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura muda akan bangkit .
Semangat perjuangan Kapitan Pattimura ini, tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah semata, tetapi harus hidup dalam karakter dan tindakan generasi Maluku hari ini.
Jika dahulu Kapitan Pattimura mengangkat parang dan salawaku untuk melawan kolonialisme yang merampas hak dan keadilan rakyat, maka hari ini seluruh generasi muda menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda.
“Kita harus melawan kemiskinan, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, ketertinggalan teknologi, serta berbagai ancaman yang dapat membahayakan persatuan dan martabat bangsa,” tegas gubernur.
Lebih lanjut gubernur menegaskan, meneruskan semangat Pattimura di era sekarang berarti harus berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, dan melangkah maju demi kemajuan daerah.
Generasi muda Maluku juga, harus memperkuat persatuan, serta membangun semangat yang melampaui sekat perbedaan suku, agama, golongan, maupun kepentingan.
“Kalau semangat Pattimura tertanam kuat, saya yakin generasi muda Maluku akan menjadi generasi yang tangguh, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Penegasan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. (M-009)
  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top