Jumat, 21 Juni, 2024
Kondisi korban kebakaran yang saat ini sedang menempati gedung milik PT Pelni akan dipindahkan ke lokasi pasar gotong royong Ambon.

Kondisi korban kebakaran yang saat ini sedang menempati gedung milik PT Pelni akan dipindahkan ke lokasi pasar gotong royong Ambon. (Foto: M-009)

AMBON, MENITINI.COM-Pemerintah Kota Ambon memindahkan sebanyak 219 orang korban kebakaran di Kelurahan Uritetu, kawasan Belakang Kota, ke lokasi Pasar Gotong Royong di wilayah kota setempat.

“Saat ini para pengungsi kebakaran sementara menempati gedung milik PT Pelni, kita akan pindahkan ke lantai dua pasar gotong royong dengan prosedur tetap penanganan darurat sesuai aturan yang berlaku,” Kata Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon, Rabu (17/5/2023).

Dikatakannya, Pasar Gotong Royong menjadi tempat tinggal sementara korban kebakaran, karena lebih layak dari pada harus tinggal di tenda pengungsi, mengingat kondisi Kota Ambon memasuki musim penghujan.

Pemkot melalui organisasi perangkat daerah teknis, akan melakukan penanganan darurat pascakejadian kepada para korban selama 14 hingga 28 hari ke depan.

BACA JUGA:  Ajak Semua Balon Walikota Berkontestasi Secara Baik, Ini Yang Disampaikan Agus Ririmasse¬†

“Kita juga akan menyediakan dapur umum untuk menyediakan makanan setiap hari, dan membuka pos pelayanan kesehatan bagi para korban,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, para korban kebakaran, juga akan dibantu dana stimulan sebesar Rp15 juta per rumah, dengan syarat rumah tersebut harus memiliki sertifikat.

“Nanti akan kita data, yang rumahnya memiliki sertifikat, dana stimulan akan diberikan, yang tidak memiliki maka tidak diberikan. Sedangkan untuk penanganan darurat semua pasti dapat, tidak melihat mana warga yang punya KTP Kota Ambon dan tidak, karena semua adalah masyarakat Kota Ambon,” ucap Bodewin.

Dia berharap seluruh bantuan yang diberikan oleh pemerintah kota akan meringankan beban yang dihadapi para korban, dan meminta semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam penanganan dampak musibah kebakaran itu.

BACA JUGA:  Anak Disabilitas Ditemukan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Diduga¬† Ditelantarkan

“Dalam situasi seperti ini jangan kita menyalahkan, mencari kelemahan, yang penting kita bersatu bersinergi, untuk kolaborasi dalam melakukan penanganan terhadap korban kebakaran,” tutupnya. (M-009)

  • Editor: Daton