Prabowo dan Rosan Roeslani Bahas Optimalisasi Aset Negara, Pariwisata hingga Transformasi BUMN

Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres/Istimewa)

JAKARTA,MENITINI.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pengelolaan aset negara agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penguatan pengelolaan aset nasional melalui percepatan transformasi badan usaha milik negara (BUMN) serta pengembangan sektor-sektor ekonomi baru yang memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan itu, Presiden dan Rosan juga membahas berbagai peluang ekonomi baru yang dapat dikembangkan melalui Danantara. Salah satu fokus yang mendapat perhatian adalah penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.

BACA JUGA:  Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Percepatan Pembangunan Energi Hijau untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Teddy, sektor pariwisata dapat didorong melalui event olahraga, konser musik, hingga pengembangan industri kreatif yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.

Selain membahas pengembangan sektor ekonomi baru, Presiden Prabowo juga menyoroti proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang saat ini terus berjalan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi perusahaan negara sekaligus memperkuat tata kelola.

Teddy menjelaskan, dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 300 entitas dalam waktu dekat.

BACA JUGA:  Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah pada 2027

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ujarnya.

Pemerintah menilai transformasi BUMN dan optimalisasi aset negara merupakan bagian dari agenda besar Presiden Prabowo untuk menjadikan kekayaan nasional sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memastikan setiap aset negara memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. (M-011)

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top