Polisi Intensifkan Patroli Selat Bali Usai Ditemukan Dua Korban KMP Tunu

Satpolairud Jembrana melakukan patroli di perairan Selat Bali, Senin (1/2/2026). (Foto: Istimewa)

DENPASAR, MENITINI.COM – Aparat kepolisian memperketat pengawasan di perairan Selat Bali setelah ditemukannya dua jenazah yang diduga merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Penemuan jasad tersebut terjadi seiring proses pengangkatan bangkai kapal dari dasar laut.

Patroli intensif dilakukan oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Jembrana untuk mengantisipasi kemungkinan ditemukannya korban lain. Selain patroli laut, petugas juga melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai guna memastikan setiap temuan dapat segera ditangani.

“Kami mengintensifkan patroli, khususnya di wilayah perairan. Selain itu, kami juga berkoordinasi lintas instansi, termasuk dengan wilayah Banyuwangi,” ujar Kasatpolairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, Senin (2/2/2026).

BACA JUGA:  Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan, Tingkatkan Produktivitas melalui Perbaikan Sistem Kerja

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan agar tetap waspada. Nelayan diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di tengah laut.

“Saat melaut, nelayan sudah kami minta untuk segera melapor jika menemukan sesuatu yang diduga berkaitan dengan korban,” tegasnya.
Sebelumnya, dua jenazah yang diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya telah ditemukan. Jenazah pertama ditemukan saat proses pengangkatan bangkai kapal menggunakan crane milik kapal BC Pioner 88. Sementara jenazah kedua ditemukan oleh nelayan di perairan sebelah utara Pelabuhan LCM Gilimanuk.

BACA JUGA:  Kemnaker Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025. Dalam peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 15 penumpang dinyatakan hilang. Penemuan dua jenazah ini diharapkan dapat memberikan kepastian terkait nasib para korban lainnya. *

Iklan
Scroll to Top