BADUNG,MENITINI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi distribusi dukungan dana bagi para seniman di Kabupaten Badung. Langkah tegas ini diambil untuk menghilangkan kekhawatiran terkait potongan dana, intervensi, hingga praktik tidak sehat yang selama ini kerap membayangi pelaku seni daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung saat penyerahan buku rekening tabungan kepada 26 sekaa dan komunitas seni yang akan menjadi duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLVIII 2026. Acara berlangsung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, pada Senin (13/4).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa seluruh dana dukungan harus diterima secara utuh oleh masing-masing sekaa tanpa potongan apa pun. Ia juga melarang keras adanya pihak yang mengatasnamakan pejabat untuk kepentingan pribadi serta memastikan proses penentuan peserta berlangsung tanpa negosiasi atau intervensi.
“Tidak boleh ada yang bermain di belakang. Apa yang menjadi hak seniman harus diterima penuh. Kalau ada yang mencoba memanfaatkan situasi, laporkan. Saya akan tindak tegas,” tegasnya.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, tradisi, serta seni budaya Bali yang menjadi fondasi utama sektor pariwisata daerah.
Menurutnya, sudah seharusnya manfaat dari industri pariwisata dikembalikan kepada para seniman agar mereka dapat berkarya dengan lebih tenang dan fokus. Ia juga menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar persiapan menuju panggung PKB, tetapi bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun ekosistem seni yang berintegritas dan berkelanjutan.
“Pariwisata kita bertumpu pada budaya, maka sudah sepatutnya kita mengembalikan manfaatnya kepada para seniman. Saya ingin mereka berkarya dengan tenang, fokus, dan bahagia,” pungkasnya. (M-011)
- Editor: Daton









