Bali Aman dari PMK, Hewan Berkuku Dilarang Masuk Bali

Ratusan Sapi Dikirim ke Jakarta
Foto dokumen: Petugas menyemprot desinfektan sebelum ratusan Sapi dikirim ke Jakarta melalui Pelabuhan Celukan Bawang (M-003)

DENPASAR, MENITINI-Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bali I Wayan Sunada mengatakan, hingga saat ini Bali masih aman dan terproteksi dari ancaman penyakit kuku dan mulut (PMK). “Hingga saat ini Bali masih aman dari PMK. Belum ada satu pun hewan di Bali yang tertular mulai dari barat sampai timur. Semua sentral peternakan besar dan skala kecil oleh petani juga sudah secara berkala dicek. Dan memang sampai saat ini belum ada ditemukan indikasi tertular PMK di Bali,” ujarnya Minggu (26/6/2022). Ia mengaku pihaknya bekerja keras untuk melindungi Bali dari penularan PMK. Semua sumber daya dikerahkan, peternak, dokter hewan, petugas lapangan, setiap hari bekerja memantau hewan agar terhindar dari PMK.

BACA JUGA:  Gelombang Tinggi Empat Lumba-lumba Terdampar di Pantai Padanggalak

Menurut Sunada, berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah Bali dari PMK. “Saat ini Bali masih larang masuk hewan berkuku dari luar pulau baik dari Jawa di bagian barat maupun dari Lombok dan Nusa Tenggara di bagian timur Bali. Sebab kebutuhan Bali masih sangat cukup dan bahkan Bali mengirim sapinya yang bebas PMK ke Jakarta dan Kalimantan untuk kebutuhan pangan,” ujarnya.

Selain melarang masuk hewan berkuku ke Bali, seluruh sumber daya yang ada diwajibkan untuk melakukan biosecurity, setiap truk yang masuk ke Bali di pintu masuk Bali disemprot desinfektan, menjaga sanitasi kandang ternak di Bali dengan sangat ketat mulai dari kebersihan kandang, semprotan desinfektan hingga pemberian makanan bagi hewan secara teratur. “Petugas penyuluh lapangan dikerahkan masif melakukan sosialisasi, komunikasi dan edukasi langsung ke kandang ternak bersama peternak,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tiga Kabupaten Dapat Rapor Hijau dari Ombudsman RI, Bali