Trump Ingin Buka Kembali Penjara Alcatraz untuk Tahanan Paling Berbahaya

Pulau Alcatraz di lepas pantai San Francisco, California. Lokasi ini dulunya merupakan penjara federal yang kini menjadi situs bersejarah dan destinasi wisata. (Foto: Loren Elliott/Getty Images)

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan lewat media sosial pada Minggu (4/5/2025) bahwa dirinya mengarahkan Biro Penjara Federal untuk membangun kembali dan membuka kembali Alcatraz, penjara terkenal yang berada di sebuah pulau di lepas pantai San Francisco, California.

“Saya mengarahkan Biro Penjara, bersama Departemen Kehakiman, FBI, dan Keamanan Dalam Negeri, untuk membuka kembali dan memperluas ALCATRAZ guna menahan penjahat paling kejam dan berbahaya di Amerika. Kita tidak bisa terus disandera oleh para kriminal, preman, dan hakim yang takut menjalankan tugas mereka,” tulis Trump di platform Truth Social seperti dikutip CNN, Minggu (4/5/2025).

Trump menyebut rencana pembukaan Alcatraz sebagai simbol “Hukum, Ketertiban, dan KEADILAN.”

Kepada wartawan di Gedung Putih pada hari yang sama, Trump menyatakan bahwa gagasan ini muncul karena frustrasinya terhadap para hakim yang menurutnya terlalu memberikan ruang bagi imigran ilegal menjalani proses hukum.

“Saya kira karena terlalu banyak hakim yang teradikalisasi, mereka ingin mengadakan pengadilan untuk… setiap orang yang masuk negara ini secara ilegal,” ujarnya. “Itu artinya jutaan sidang.”

BACA JUGA:  Senat AS Tolak Pembatasan Kewenangan Militer, Dukungan untuk Donald Trump Menguat

Trump menilai Alcatraz sebagai simbol hukum dan ketertiban, meskipun dalam sejarahnya juga mengandung sisi suram. “Itu punya sejarah yang cukup panjang, jadi saya pikir kita akan wujudkan rencana ini,” ucapnya.

Antara Penjara dan Objek Wisata

Alcatraz pernah beroperasi sebagai penjara federal berkeamanan maksimum selama hampir tiga dekade hingga ditutup pada 1963 karena biaya operasional yang tinggi. Menurut situs Biro Penjara, saat itu dibutuhkan dana antara 3 juta hingga 5 juta dolar AS hanya untuk perbaikan dan pemeliharaan—belum termasuk biaya operasional harian. Biaya menjalankan Alcatraz bahkan hampir tiga kali lipat lebih mahal dibanding penjara federal lainnya.

Saat ini, Alcatraz dikelola oleh National Park Service dan berstatus sebagai Landmark Bersejarah Nasional sejak 1986. Situs ini menjadi salah satu destinasi wisata paling populer, menarik sekitar 1,2 juta pengunjung setiap tahunnya.

Meski demikian, status landmark tersebut secara hukum bisa dicabut jika kriteria sejarahnya dianggap sudah tidak terpenuhi.

BACA JUGA:  Pencabutan Aturan Emisi PLTU Batu Bara di AS Picu Kekhawatiran Lonjakan Polusi

CNN melaporkan bahwa pihaknya telah menghubungi Departemen Dalam Negeri, National Park Service, dan Biro Penjara untuk meminta komentar.

Ditanggapi dengan Kritik

Gagasan Trump tersebut langsung mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Anggota Kongres asal California yang wilayahnya mencakup Alcatraz itu menyebut proposal tersebut tidak serius.

“Alcatraz ditutup lebih dari enam puluh tahun lalu sebagai penjara federal. Sekarang ini adalah taman nasional dan objek wisata utama. Usulan Presiden ini bukanlah sesuatu yang serius,” kata Pelosi di platform X.

Rencana pembukaan kembali Alcatraz disebut-sebut juga pernah dilontarkan oleh putra Trump, Donald Trump Jr., tak lama setelah pelantikan ayahnya untuk masa jabatan kedua. Saat itu, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan pengiriman imigran ke Teluk Guantanamo, Kuba. Trump Jr. merespons: “Sekarang ini ide bagus. Mungkin kita juga harus buka kembali Alcatraz?!”

  • Editor: Daton
Iklan

BERITA TERKINI

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top