DENPASAR,MENITINI.COM – Proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi memasuki tahap pembangunan. Groundbreaking fasilitas pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy itu dilakukan di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7), sebagai langkah besar memperkuat sistem pengelolaan sampah berkelanjutan di Bali.
Pembangunan PSEL ditargetkan rampung dalam waktu 15 bulan dan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2027. Fasilitas ini dirancang mampu mengolah sedikitnya 1.200 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir dalam seremoni peletakan batu pertama menyebut proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam mempercepat penanganan persoalan sampah di kawasan Denpasar Raya.
“Astungkara, groundbreaking PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” ujar Adi Arnawa.
Menurutnya, keberadaan PSEL akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Ia menilai persoalan sampah selama ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Karena itu, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam merealisasikan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata,” katanya.
Selain mengurangi volume sampah yang selama ini dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), PSEL juga diharapkan mampu menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target pembangunan rendah karbon di Bali.
Prosesi groundbreaking turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pembangunan PSEL sebagai momentum transformasi pengelolaan sampah di Pulau Dewata. Menurutnya, fasilitas ini akan membantu mengurangi ketergantungan terhadap TPA sekaligus mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan proyek PSEL merupakan bagian dari strategi nasional dalam memanfaatkan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi persoalan sampah di berbagai daerah.
Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan proyek agar proses konstruksi berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, PSEL Denpasar Raya diharapkan dapat mulai beroperasi pada akhir 2027 dan menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis energi di Indonesia. (M-011)
- Editor: Daton









