Dihantam Gelombang, Longboat Tenggelam di Tanimbar, 1 Orang Penumpang Tewas 

Ilustrasi Tim SAR melakukan pencarian orang yang mengalami kecelakaan laut.
Ilustrasi Tim SAR melakukan pencarian orang yang mengalami kecelakaan laut.
TANIMBAR, MENITINI.COM – Sebuah longboat dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Rabu (8/72026), mengakibatkan satu orang penumpang tewas.
Koordinator Pos SAR Saumlaki, Wahyunan Samal, mengatakan korban bernama Thomas Kadung ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 17.49 WIT di perairan hutan bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu.
“Korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar perairan hutan bakau Dusun Tatun Angbabal, Pulau Selu sekitar pukul 17.49 WIT dengan jarak kurang lebih 4,6 mil laut dari lokasi kejadian,” kata Wahyunan kepada wartawan, Rabu (8/7/2026) malam.
Korban kemudian dievakuasi ke Pulau Sera dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Pada pukul 19.20 WIT, Tim SAR gabungan tiba di Pulau Sera, selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Longboat Tenggelam Dihantam Cuaca Buruk
Wahyunan menjelaskan, longboat tersebut mengangkut 14 penumpang yang merupakan satu keluarga.
Mereka bertolak dari Desa Kamatubun di Pulau Sera menuju Pulau Selu, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Selasa (7/7/2026) pagi.
Namun, di tengah perjalanan, longboat dihantam cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam.
“Longboat tenggelam karena cuaca buruk. Dari 14 penumpang, 13 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan satu penumpang bernama Thomas Kadung dinyatakan meninggal dunia,” kata Wahyunan.
Operasi SAR Lebih dari Empat Jam
Informasi mengenai kecelakaan laut tersebut diterima Pos SAR Saumlaki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada Rabu siang.
Tim SAR kemudian diberangkatkan bersama personel Direktorat Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Kepulauan Tanimbar, dan warga setempat menggunakan rigid inflatable boat menuju lokasi kejadian.
“Sekitar pukul 11.30 WIT, Tim Rescue Pos SAR Saumlaki beserta potensi SAR lainnya dikerahkan menggunakan rigid inflatable boat menuju lokasi kejadian,” ujar Wahyunan.
Setelah melakukan pencarian selama lebih dari empat jam, korban akhirnya ditemukan sehingga operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.
Pemerintah daerah juga mengingatkan para pengguna transportasi laut tradisional agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, termasuk kelengkapan alat pelindung dan informasi cuaca sebelum berlayar. (M-009)
  • Editor: Daton
BACA JUGA:  Berkas P21! Pemilik 46 Karung Sianida di Ambon Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Iklan

BERITA TERKINI

Pelaksanaan groundbreaking PSEL Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7).

Groundbreaking PSEL Bali, Pembangunan Ditarget 15 Bulan

DENPASAR,MENITINI.COM – Proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali resmi  memasuki tahap pembangunan. Groundbreaking fasilitas pengelolaan sampah berbasis waste-to-energy itu dilakukan di kawasan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top