Sudah Tegas Dilarang, Chiki Ngebul Masih Beredar di Denpasar dan Sekitarnya

jajan Ciki Ngebul
Ilustrasi jajan Ciki Ngebul. (Foto: Net)

DENPASAR, MENITINI.COM-Edaran dari Kementerian Kesehatan agar tidak menjual lagi jajan berbahaya Chiki ngebul rupanya belum sampai ke masyarakat bawah. Di Kota Denpasar misalnya, masih ada beberapa lokasi yang masih menjual jajan berbahaya tersebut. Humas BPOM Bali Ekayani saat dikonfirmasi mengatakan, jenis makanan tersebut adalah pangan siap saji yang pengawasan oleh Dinas Kesehatan setempat. Walau demikian BPOM tetap melakukan atensi.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Pengawasan ada di Dinas Kesahatan. Namun kalau warga masih menemukan hal tersebut maka silahkan melaporkan ke Dinas Kesehatan setempat. Pasti akan ditindak,” ujarnya, Jumat (13/1/2023).

Sementara Dinas Kesehatan Provinis Bali mengaku sudah melakukan sosialisasi dan edukasi soal surat edaran Kemenkes soal larangan jajan Chiki ngebul. Namun himbauan Dinas Kesehatan kepada masyarakat untuk waspada mengkonsumsi  makanan chiki berasap nitrogen atau chiki ngebul, ternyata tidak diindahkan.

BACA JUGA:  Dokter Tirta dan Ribuan Pelari Padati BUTC, Antusias Sambut Kemala Run 2026

Bahkan hingga saat ini masih ada berkeliaran penjaja makanan berasap nitrogen ini. Di beberapa pasar malam di Denpasar, masih terpantau penjualan jajan berbahaya tersebut. Seorang warga Denpasar bernama Komang Suyasa mengaku jika jajan mematikan tersebut masih terjual saat pasar malam. “Sampai kemarin saya masih lihat di seputaran Kreneng, seputaran Monang-maning. Laris pula. Anak-anak juga suka,” ujarnya. Ia meminta kalau mau lihat harus malam hari sekitar pukul 20.00 WITA. Laris karena banyak wahana hiburan.

BACA JUGA:  Saka Yoga Festival 2026 Dibuka, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Wellness dan Spiritual

Kepala dinas kesehatan Bali,  I Nyoman Gede Anom mengatakan, sesuai arahan Kementrian Kesehatan RI untuk menghimbau melakukan pelaporan kasus medis dalam penggunaan nitrogen cair pada makanan. Himbauan ini telah dikeluarkan Kemenkes sehubungan dengan adanya laporan kejadian luar biasa keracunan pangan akibat konsumsi jajanan Chiki berasap Nitrogen di wilayah Jawa Barat baru-batu ini. Ia juga mengaku, di Bali belum ada laporan keracunan namun pihaknya menghimbau warga agar selalu waspada akan jajan makanan ini untuk dikonsumsi. Kewenangan pengawasan dikembalikan ke Dinas Kesehatan kabupaten dan kota. M-006

Iklan

BERITA TERKINI

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus

Wamenkes Dorong Percepatan Program Penanggulangan TB

JAKARTA,MENITINI.COM –  Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, menegaskan pentingnya percepatan implementasi program penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui langkah yang lebih terukur, kolaboratif, dan

TEKNO

OLAHRAGA

PERISTIWA

NASIONAL

DAERAH

HUKUM

POLITIK

LINGKUNGAN

Di Balik Foto

BERITA TERKINI

Indeks>>

Scroll to Top